Minahasa Membangun Hebat Targetkan Pendapatan Rp88 Miliar Tahun 2026
PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) membidik pendapatan Rp88,18 miliar dan laba bersih Rp18,3 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
>>> Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
Manajemen mengakui sektor properti masih dibayangi tekanan ekonomi, seperti inflasi dan pelemahan daya beli masyarakat.
Kenaikan BI Rate ke level 5,5% juga turut memicu pengetatan pembiayaan perumahan, yang memengaruhi minat konsumen terhadap KPR.
Strategi Menghadapi Tantangan
Direktur Utama HBAT, Go Ronny Nugroho, mengatakan tahun 2026 masih cukup menantang karena memengaruhi daya beli dan penggunaan fasilitas KPR.
Meski demikian, manajemen melihat peluang pada segmen rumah tapak karena tingginya kebutuhan riil hunian.
Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diharapkan menjadi stimulus tambahan untuk mendongkrak penjualan.
Go Ronny menyebutkan sejumlah strategi perseroan, antara lain inovasi produk, pemanfaatan insentif pemerintah, transformasi digital, pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, serta konsep bangunan hijau.
>>> Jadwal Lengkap Upacara Pembukaan Piala Dunia 2026 di Tiga Negara
Perseroan juga memaksimalkan efisiensi konstruksi dan mempercepat penyelesaian unit proyek di Sulawesi Utara untuk menjaga daya saing.
Seluruh sisa keuntungan tahun buku sebelumnya akan dialokasikan untuk modal kerja internal, sehingga emiten belum merencanakan pembagian dividen.
Bantahan Isu Akuisisi
Manajemen memberikan klarifikasi terkait isu spekulasi pasar yang menyebut kendali perusahaan akan diambil alih oleh Harita Grup.
Go Ronny menegaskan kabar tersebut tidak benar dan perseroan tidak diakuisisi oleh grup mana pun.
Evaluasi internal menunjukkan performa keuangan tahun 2025 belum mencapai target.
HBAT membukukan penjualan Rp24,53 miliar dari target Rp73,02 miliar, dengan laba komprehensif berjalan Rp2,7 miliar.
>>> Realme P4R 5G Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh
Faktor makroekonomi seperti ketidakpastian ekonomi nasional dan tingginya harga material bangunan menjadi penyebab perlambatan realisasi target pemasaran tahun lalu.
Update Terbaru
HIP Biodiesel Juni 2026 Turun Jadi Rp14.643 per Liter, Bioetanol Naik
Kamis / 11-06-2026, 15:20 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Juni 2026 Sebesar Rp600 Ribu, Cek Penerima di Sini
Kamis / 11-06-2026, 15:20 WIB
Persijap Jepara Pertahankan Mario Lemos untuk Super League 2026/2027
Kamis / 11-06-2026, 15:17 WIB
Barcelona Pastikan Gelar La Liga Usai Kalahkan Real Madrid 2-0
Kamis / 11-06-2026, 15:17 WIB
John Herdman Andalkan Pemain Liga Domestik pada Piala AFF 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:17 WIB
Anthony Hudson Banjir Kritik Usai Hasil Buruk Timnas Thailand
Kamis / 11-06-2026, 15:17 WIB
Brasil Pegang Rekor Penampilan Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 15:16 WIB
Mathew Baker Gabung Timnas Indonesia U-19 Jelang Semifinal Piala AFF
Kamis / 11-06-2026, 15:16 WIB
Reno Salampessy Pulih dari Cedera Jelang Semifinal Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 15:16 WIB
Reno Salampessy Pulih dan Siap Bela Timnas U-19 Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 15:13 WIB
Hermansyah: Emil Audero Lebih Layak Jadi Kiper Utama Timnas Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 15:13 WIB
National Collegiate Futsal Series 2026 Resmi Bergulir di Yogyakarta
Kamis / 11-06-2026, 15:13 WIB
Summarecon Agung Hadapi Dampak Ganda Kenaikan Suku Bunga BI
Kamis / 11-06-2026, 15:12 WIB
Hong Kong Temukan Lima Kasus Mpox di Sauna Mong Kok
Kamis / 11-06-2026, 15:12 WIB






