Laba Bersih PT Nusa Palapa Gemilang Melonjak 45 Persen di 2025
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (IDX: NPGF) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 45,4 persen menjadi Rp 4,34 miliar sepanjang tahun buku 2025.
Hal ini berdasarkan laporan keuangan resmi perusahaan yang dilansir dari Investor Daily pada Kamis (11/6/2026).
>>> Dokter Jantung Ungkap Gejala Angina pada Perempuan Sering Tidak Khas
Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan nilai penjualan bersih emiten produsen pupuk tersebut yang mencapai Rp 225,8 miliar.
Angka itu tumbuh sekitar 34,4 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan penjualan di sektor pertanian dan perkebunan turut mendongkrak perolehan laba bruto perseroan sebesar 32,1 persen menjadi Rp 55,08 miliar.
Meskipun demikian, laba usaha tercatat sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,61 miliar.
Melonjaknya laba bersih perusahaan ikut mengerek nilai laba per saham atau Earnings Per Share (EPS) sebesar 45,7 persen menjadi Rp 1,34 per lembar saham.
Sebelumnya, EPS hanya sebesar Rp 0,92 per saham.
>>> Minahasa Membangun Hebat Targetkan Pendapatan Rp88 Miliar Tahun 2026
Strategi Perusahaan dan Peluncuran Produk Baru
Direktur Utama NPGF, Ujang Suparman, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting bagi perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Pihaknya terus memperluas penetrasi pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan efektivitas operasional.
Manajemen juga mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperluas jaringan distribusi pasar guna menjaga profitabilitas di tengah dinamika industri pertanian nasional.
Ujang menambahkan bahwa peningkatan laba bersih dan EPS menjadi indikator pertumbuhan yang tidak hanya tercermin dari skala usaha, tetapi juga kemampuan menghasilkan nilai tambah bagi pemegang saham.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, perseroan telah meluncurkan varian nutrisi tanaman baru seperti Mono Potassium Phosphate (MKP) dan Potassium Nitrate (KNO3).
>>> Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
Perusahaan juga bersiap merilis Controlled Release Fertilizer (CRF) bermerek CCF Ferticote.
Update Terbaru
AI Generatif Dorong Lonjakan Permintaan Data Center di Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 15:36 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Pemadaman Listrik Jawa Murni Gangguan Teknis
Kamis / 11-06-2026, 15:32 WIB
Kemenkop Alihkan Fokus Koperasi Desa ke Penguatan Operasional
Kamis / 11-06-2026, 15:32 WIB
World Bank Soroti Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas Rupiah
Kamis / 11-06-2026, 15:32 WIB
Ribuan Motor Listrik Emmo untuk MBG Terbengkalai di Sentul
Kamis / 11-06-2026, 15:32 WIB
PSSI Ancam Blacklist Suporter yang Intimidasi Beckham Putra di SUGBK
Kamis / 11-06-2026, 15:31 WIB
Jadwal Semifinal Piala AFF U19: Indonesia vs Australia 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:29 WIB
Mengelola Stres Berdasarkan Karakter Zodiak, dari Aries hingga Pisces
Kamis / 11-06-2026, 15:29 WIB
Sinkronisasi Kalender Digital Bantu Penggemar Atur Jadwal Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:28 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.993 per Dolar AS pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 15:28 WIB
Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Jadi 5 Persen
Kamis / 11-06-2026, 15:28 WIB
Said Iqbal Temui Wamenaker Bahas Revisi Aturan Outsourcing
Kamis / 11-06-2026, 15:28 WIB
Grup T&Pop PERSES Siapkan Rekomendasi Lagu Menjelang Fancon di Jakarta
Kamis / 11-06-2026, 15:27 WIB
Harga BBM Pertamina Naik 10 Juni 2026, Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura
Kamis / 11-06-2026, 15:26 WIB






