Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,5% pada 2027
Sumber Pertumbuhan dari Swasta
Jika target 6,5% ingin dikejar, sumber utamanya harus berasal dari sektor swasta dan investasi.
>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dorong Penjualan Kendaraan Listrik
Kuncinya terletak pada peningkatan efisiensi investasi, hilirisasi yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta perbaikan iklim usaha.
Namun, reformasi semacam ini membutuhkan waktu dan hasilnya baru terlihat dalam jangka menengah.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor, target 5,8% masih terlihat cukup realistis sebagai sasaran yang menantang tetapi dapat dicapai.
Sementara itu, angka 6,5% lebih tepat dipandang sebagai aspirasi daripada proyeksi yang didukung kondisi fundamental saat ini.
“Target tersebut bisa menjadi arah kebijakan yang positif, tetapi masih terlalu optimistis untuk dijadikan asumsi utama perencanaan selama produktivitas dan investasi swasta belum menunjukkan percepatan yang kuat,” jelas dia.
Strategi Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2027.
Pertama, pemerintah akan mendorong kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang selaras dan saling menguatkan.
Kedua, pemerintah akan mengakselerasikan investasi bernilai tambah tinggi yang berorientasi ekspor dan mendorong peran dana antara untuk percepatan investasi produktif pada sektor strategis.
Investasi juga difokuskan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan menyerap tenaga kerja dengan keterampilan dan upah lebih baik.
“Investasi yang dilakukan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan menyerap tenaga kerja dengan keterampilan dan tingkat upah yang lebih baik,” kata Purbaya dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, pemerintah akan mendorong peningkatan daya beli melalui efektivitas program perlindungan sosial, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi, serta perluasan kesempatan kerja.
Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat terus didorong agar memiliki multiplier effect yang kuat.
>>> Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,0% pada 2026
Purbaya berharap melalui berbagai kebijakan tersebut, aktivitas ekonomi dapat berputar lebih cepat, sektor riil bergerak lebih kuat, sehingga mendorong peningkatan konsumsi dan investasi yang memacu laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Update Terbaru
KATSEYE Rayakan Kemenangan di AMA dan Bersiap Rilis Album Baru
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Prabowo Minta Revisi Aturan Outsourcing, Hanya 4 Sektor yang Diizinkan
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Suryacipta Swadaya Mulai Konstruksi Gedung Pusat Bisnis di Subang
Kamis / 11-06-2026, 18:06 WIB
Sinopsis Valerian and the City of a Thousand Planets di Bioskop Trans TV 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Investor Domestik Minati Reksadana Berbasis Dolar AS
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
BEI Dorong Perusahaan Perkuat Tata Kelola Internal Jelang IPO
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Museum MACAN Buka Lima Pameran Seni Baru Bertajuk Where Are We in Time
Kamis / 11-06-2026, 18:04 WIB
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026
Kamis / 11-06-2026, 18:02 WIB
HBAT Catat Laba Bersih Rp2,7 Miliar Sepanjang 2025
Kamis / 11-06-2026, 18:01 WIB
Pemerintah Diminta Segera Salurkan Bansos Tunai Jaga Daya Beli Masyarakat
Kamis / 11-06-2026, 18:00 WIB
PT Bundamedik Tbk Targetkan Kapasitas 1.000 Tempat Tidur pada 2028
Kamis / 11-06-2026, 18:00 WIB
PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB






