Rapat umum pemegang saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyetujui pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 1,3 triliun.

Keputusan ini diambil dalam pertemuan yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

>>> Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun

Rasio pembayaran dividen mencapai 45% atau setara dengan Rp 114 per saham. Angka ini menurun dibandingkan dividend payout ratio tahun buku 2024 yang mencapai 75%.

Berdasarkan harga saham PTBA pada intraday Kamis (11/6) di Rp 2.730, yield dividen diperkirakan sebesar 4,2%.

Hal itu disampaikan oleh Stockbit Group dalam catatannya.

Hingga saat ini, manajemen Bukit Asam belum mengumumkan jadwal cum date dan tanggal pembayaran dividen secara resmi.

Kinerja Keuangan Kuartal I-2026

Pada kuartal I-2026, PTBA mencatat laba bersih Rp 802 miliar, melonjak 105% secara tahunan (yoy). Namun, secara kuartalan (qoq) laba tersebut melemah 48%.

>>> Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Somalia untuk Piala Dunia 2026

Analis MNC Sekuritas, Raka Junico W, menilai capaian laba bersih itu sesuai dengan estimasi dan konsensus, yakni sekitar 25% dari target tahun ini.

Ia menyebut penerapan disiplin biaya yang kuat menjadi faktor pendukung.

Meskipun pendapatan perusahaan turun 0,3% secara tahunan menjadi Rp 9,9 triliun, efisiensi biaya menjaga stabilitas laba bersih.

Raka menjelaskan hal ini mencerminkan stripping ratio yang lebih baik, yaitu 5,6 kali dibandingkan sebelumnya 6 kali.

Analis kemudian merevisi naik estimasi laba bersih PTBA untuk tahun 2026 sebesar 15% menjadi Rp 3,7 triliun.

>>> BCA Siapkan Dana Buyback Saham Maksimal Rp 5 Triliun

Target pendapatan juga dinaikkan 2% menjadi Rp 47,1 triliun seiring proyeksi kenaikan bauran harga jual rata-rata batu bara sebesar 6,5% menjadi Rp 983 ribu per ton.