Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 hanya mencapai 5 persen. Angka ini lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,4 persen.

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2026. Lembaga keuangan internasional itu menyebut perlambatan terjadi meskipun kinerja ekonomi nasional sempat kuat pada triwulan I-2026.

>>> New York Knicks Bungkam San Antonio Spurs 107-106 di Game Keempat Final NBA

"Pertumbuhan PDB diproyeksikan melambat menjadi 5% di tahun 2026, seiring tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor," demikian kutipan laporan Bank Dunia.

Setelah itu, pertumbuhan diperkirakan naik menjadi 5,2% pada 2027–2028.

Konsumsi Pemerintah dan Swasta

Aktivitas ekonomi yang kuat di awal tahun didorong oleh pemusatan belanja pemerintah pada kuartal pertama. Sektor konsumsi swasta diperkirakan masih tumbuh 5 persen berkat stimulus fiskal.

>>> 6 Cara Cek Status BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Sementara itu, konsumsi pemerintah diprediksi naik hingga 8,7 persen. Namun, ketergantungan pada belanja negara dinilai berisiko karena keterbatasan ruang fiskal dan beban subsidi yang membengkak.

Bank Dunia mencatat rasio pajak Indonesia pada 2025 berada di angka 9,3 persen terhadap PDB. Defisit APBN meningkat ke level 2,9 persen.

Pemerintah didorong untuk segera melakukan reformasi kebijakan perpajakan guna meningkatkan pendapatan negara.

>>> Mengenal Nasi Jaha, Kuliner Khas Manado yang Dibakar dalam Bambu

Pengalihan belanja rutin berimbal hasil rendah ke sektor investasi produktif juga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengeluaran melalui pengganda fiskal.