Manado terkenal dengan kekayaan kuliner tradisionalnya. Salah satu yang paling diburu pelancong adalah nasi jaha.

Nama "jaha" berasal dari bahasa Melayu Manado yang berarti jahe. Hidangan ini menggunakan beras ketan, santan, dan jahe sebagai bahan utama.

>>> Mobil Turbo Turun Spesifikasi BBM Berisiko Alami Kerusakan Mesin

Seluruh bahan dimasukkan ke dalam bilah bambu yang telah dilapisi daun pisang. Bambu kemudian dibakar di atas bara api hingga matang sempurna.

Proses pembakaran menghasilkan aroma harum yang khas. Bagian luar nasi jaha bertekstur kering kecokelatan dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan pulen.

Cita rasa nasi jaha cenderung gurih dengan sensasi pedas yang menghangatkan. Hidangan ini paling nikmat disantap langsung setelah dimasak.

Daya tahan nasi jaha hanya sekitar tiga hari, sehingga kurang cocok sebagai oleh-oleh untuk perjalanan jauh kecuali menggunakan pesawat dengan rute langsung.

>>> Said Iqbal Pertanyakan Implementasi Perpres Potongan Aplikasi Ojol

Tingkat Kesulitan dan Cara Menikmati

Meski terlihat sederhana, pengolahan nasi jaha tergolong rumit. Ketepatan takaran bahan dan kestabilan api saat pembakaran menjadi kunci keberhasilan.

Kesalahan takaran bisa membuat rasa menjadi hambar atau pahit. Api yang tidak stabil juga berisiko membuat nasi gosong.

Nasi jaha sangat cocok dihidangkan bersama cakalang fufu, sambal roa, atau masakan rica-rica pedas.

>>> Vinicius Junior Pasti Bertahan di Real Madrid Musim Depan

Kuliner ini bisa ditemukan di pasar tradisional, supermarket, rumah makan, lapak pinggir jalan, hingga kafe di Kota Manado.