Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama SW Indonesia mendorong perusahaan nasional untuk memperkuat tata kelola internal sebagai persiapan Initial Public Offering (IPO).

Langkah ini dibahas dalam seminar bertajuk "IPO Readiness: Strengthen Investor Relations and Corporate Governance" di Main Hall BEI, Jakarta.

>>> Museum MACAN Buka Lima Pameran Seni Baru Bertajuk Where Are We in Time

Vice Director Listed Companies Development BEI, Listyorini Dian Pratiwi, menegaskan bahwa persiapan melantai di bursa harus dimulai sedini mungkin.

Proses tersebut mencakup aspek operasional, akuntansi, hukum, hingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang ketat.

"Investor saat ini semakin cerdas. Mereka tidak hanya melihat prospek pertumbuhan, tetapi juga mengedepankan transparansi dan akuntabilitas," ujar Listyorini.

Ia menambahkan bahwa fungsi Investor Relations sangat vital agar prestasi perusahaan terlihat jelas oleh pasar.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF 2026

CEO SW Indonesia, Michell Suharli, menilai kesiapan IPO sebagai proses transformasi yang berdampak positif pada penguatan sistem pengendalian internal.

Menurutnya, persiapan IPO secara otomatis meningkatkan kualitas laporan keuangan dan membangun budaya profesionalisme yang lebih kokoh.

"Banyak yang menganggap IPO hanya soal mencari pendanaan. Padahal, manfaat terbesarnya justru terletak pada proses transformasi itu sendiri," jelas Michell.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang sehat akan memperkuat daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

>>> HBAT Catat Laba Bersih Rp2,7 Miliar Sepanjang 2025

Seminar ini juga menghadirkan pemaparan dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), BRI Danareksa Sekuritas, Telkom Indonesia, dan praktisi akuntan publik.