PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membidik lonjakan pendapatan menjadi Rp23,43 triliun dan laba bersih sebesar Rp240,31 miliar pada tahun 2026.

Target tersebut dipatok seiring operasional pabrik Refinery & Fractionation II berkapasitas 1.500 Tons Per Day (TPD) yang dijadwalkan rampung pada Juli 2026.

>>> WhatsApp Gagalkan Serangan Spyware NSO Group, Tempuh Jalur Hukum

Volume produksi emiten penghiliran kelapa sawit ini juga ditargetkan menyentuh 1,16 juta ton, atau melonjak 51,79 persen dari realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar 603.670 ton.

Penyelesaian fasilitas pengolahan baru tersebut saat ini tengah memasuki fase pengujian atau commissioning.

Direktur Utama CBUT Rorry Christian Tobing menjelaskan bahwa infrastruktur ini akan memperkuat kapasitas existing perseroan yang meliputi Refinery 2.500 TPD, Kernel Crushing Plant 600 TPD, dan Molding & Filling Plant 200 TPD.

"Adanya pabrik baru akan meningkatkan volume penjualan olein dan stearin sehingga mendorong pendapatan CBUT.

Kami berharap dapat mencapai target yang sudah dicanangkan," ujar Rorry Christian Tobing dalam Paparan Publik, Kamis (11/6/2026).

Ekspansi Kapasitas dan Dukungan Kebijakan B50

Ekspansi kapasitas produksi ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan produk turunan kelapa sawit seperti RBDPO, Olein, dan Stearin di pasar domestik.

Momentum ini bertepatan dengan rencana Kementerian ESDM menerapkan kebijakan mandatori Biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.

"Program B50 kami nilai sebagai katalis positif.

>>> Masjid Tan'im Jadi Lokasi Miqat Favorit Jemaah Umrah di Makkah

Kebijakan ini menciptakan tambahan permintaan minyak sawit di dalam negeri dan menjaga stabilitas harga, yang sangat menguntungkan bagi CBUT sebagai pemain hilir terintegrasi," kata Rorry Christian Tobing menambahkan.

Guna menjamin kelancaran operasional pabrik baru, pasokan bahan baku berupa Crude Palm Oil (CPO) akan ditopang oleh pihak induk usaha, yaitu PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS).