"Ada peningkatan tren seperti yang kami amati," kata Larry Johnson, Kepala Pengiriman Barang di Mercuria Energy Group.

Ia menilai armada pemerintah ini memiliki metode koordinasi khusus untuk memastikan keamanan jalur pelayaran mereka selama melewati wilayah sensitif.

"Sebagian besar atau seluruhnya adalah kapal milik pemerintah yang berhasil melewatinya," kata Larry Johnson.

>>> Trump Klaim AS Pindahkan Jutaan Barel Minyak secara Rahasia Lewat Selat Hormuz

Ia juga menambahkan indikasi bahwa kapal-kapal tersebut tampaknya memiliki saluran komunikasi dan cara tersendiri untuk mengamankan jalur aman.

Lembaga pelacak kapal independen TankerTrackers.

com Inc. mengonfirmasi aktivitas pemindahan kargo non-Iran di luar Selat Hormuz berdasarkan analisis citra satelit Copernicus Uni Eropa pada 6 Juni.

"Ini adalah minyak yang berasal dari negara-negara tetangga Arab Iran," kata TankerTrackers. com.

Pihak pelacak menegaskan bahwa pengapalan ini menjadi faktor utama yang menahan volatilitas pasar energi global.

"Ini adalah alasan lain mengapa harga minyak saat ini tidak mencapai US$200 per barel," kata TankerTrackers. com.

Di sisi lain, penurunan pengiriman juga dipengaruhi oleh penyusutan volume pembelian dari China serta lonjakan ekspor dari Amerika Serikat.

Berdasarkan data armada Signal Maritime, jumlah kapal yang terjebak di Teluk Persia kini berkurang menjadi sekitar 90 kapal dari sebelumnya 160 kapal pada awal April.

"Arus transit gelap telah meningkat," kata Georgios Sakellariou, Analis Pengangkutan di Signal Maritime.

Meski situasi membaik, ia mencatat volume minyak yang keluar belum sepenuhnya pulih seperti masa sebelum pecahnya konflik regional.

"Hal ini terlihat dari berkurangnya minyak yang terperangkap di Teluk, meskipun masih belum cukup untuk kembali ke tingkat yang terlihat sebelum perang," kata Georgios Sakellariou.

Kuwait Oil Tanker Co. dilaporkan mengoperasikan dua kapal tanker super yang terpantau mematikan sinyal setelah melewati Hormuz menuju Kuwait.

>>> IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.899,26 pada Sesi Pertama

Selain itu, Abu Dhabi National Oil Co. asal UEA juga dilaporkan menjual sedikitnya 14 juta barel minyak dalam tender yang berakhir pekan lalu menggunakan metode pelayaran tanpa transponder aktif.