Sejumlah produsen minyak di Timur Tengah mematikan transponder kapal tanker mereka untuk menyelinap tanpa terdeteksi guna meningkatkan aliran minyak mentah melewati Selat Hormuz pada Juni 2026.

Langkah rahasia ini dilakukan demi menyalurkan pasokan ke pembeli di Asia sekaligus mencegah lonjakan harga di tengah gangguan pasokan terbesar akibat konflik Iran, dilansir dari Bloomberg.

>>> Jadwal Playoff MPL ID S17 11 Juni 2026: Geek Fam dan Bigetron Main

Sebanyak 16 kapal tanker berkumpul di lepas pantai Oman selama akhir pekan untuk memindahkan jutaan barel minyak yang sempat terperangkap di Teluk Persia.

Aliran minyak yang keluar kini mencapai sekitar 2 juta barel per hari, membantu menurunkan harga minyak hingga hampir 30 persen dari titik puncaknya.

Komentar Presiden AS

Presiden Donald Trump memberikan komentar resmi mengenai situasi ini di Ruang Oval pada hari Rabu saat acara penandatanganan RUU.

Pemerintah Amerika Serikat juga turut membantu navigasi kapal-kapal tersebut melewati jalur air yang rawan konflik.

"Kami mengeluarkan 22 kapal, tadi malam—larut malam tanpa lampu, karena mereka tidak memiliki radar," kata Donald Trump.

Ia menambahkan bahwa operasi di bawah kegelapan tersebut berhasil mengamankan jutaan barel pasokan energi ke pasar internasional.

"Kami telah mengeluarkan jutaan barel minyak. Setiap malam, kami mengeluarkan minyak," kata Donald Trump.

Ketegangan regional kian memanas setelah adanya serangan baru semalam yang memperburuk gencatan senjata.

Pemimpin AS menegaskan tindakan balasan diambil setelah penembakan helikopter militer mereka di dekat selat strategis tersebut.

Pemantauan dari Pelaku Industri

Perusahaan perdagangan komoditas Mercuria Energy Group memantau adanya peningkatan pergerakan armada laut yang dikendalikan oleh pemerintah negara Teluk tersebut untuk menghindari biaya pengapalan yang melonjak tinggi.