Trump Klaim AS Pindahkan Jutaan Barel Minyak secara Rahasia Lewat Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa negaranya secara rahasia telah memindahkan jutaan barel minyak melalui Selat Hormuz.
Langkah ini disebut dilakukan demi menjaga stabilitas harga minyak mentah dunia.
>>> IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.899,26 pada Sesi Pertama
Klaim tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Ia menyebut operasi klandestin itu menjadi alasan harga minyak mentah tetap bertahan di bawah level US$ 100 per barel.
"Kami telah mengeluarkan jutaan barel minyak. Tidak ada yang tahu.
Anda tahu siapa yang tidak tahu?
Iran, sampai saat ini," ujar Trump di Ruang Oval, seperti dilansir Investor Daily pada Kamis (11/6/2026).
Trump menjelaskan operasi rahasia tersebut dijalankan pada malam hari. Langkah ini melibatkan 22 kapal tanpa lampu yang bergerak setelah sistem radar milik pihak lawan berhasil dilumpuhkan.
Lonjakan Ekspor Minyak dan Koordinasi Diam-diam
Klaim Trump muncul sehari setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan adanya lonjakan signifikan pada ekspor minyak yang melalui Selat Hormuz.
>>> 5 Pria Positif Monkeypox Usai Kunjungi Sauna Khusus Gay di Hong Kong
Data Lloyd’s List Intelligence pekan lalu mencatat puluhan kapal di Teluk Persia berhasil keluar melalui selat tersebut.
Gerakan ini dikabarkan melibatkan koordinasi diam-diam dengan Angkatan Laut AS.
Namun, seorang pejabat pertahanan AS menegaskan militer tidak melakukan pengawalan resmi, hanya berkomunikasi dengan kapal-kapal sipil agar bisa melintas dengan aman.
Eskalasi di jalur maritim vital itu memuncak setelah Komando Pusat AS melaporkan bentrokan dengan Iran. Iran disebut meluncurkan pesawat nirawak ke arah kapal komersial yang melintasi perairan regional.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan, "Jika mereka tidak menembaki kapal-kapal tersebut, kami tidak akan membalas. Namun, kami harus merespons."
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengan Komite Hubungan Luar Negeri DPR.
Selat Hormuz tetap menjadi jalur perdagangan energi paling penting di dunia yang menghubungkan produsen Teluk Persia dengan pasar internasional.
>>> ANTM Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun Usai Cetak Rekor Laba
Konflik di wilayah ini berpotensi memicu volatilitas harga minyak dan guncangan ekonomi global.
Update Terbaru
Sanders dan Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Primer Michigan
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
India Pilih Bat First di T20I Ketiga Lawan Zimbabwe, Incar Sapu Bersih
Minggu / 26-07-2026, 23:42 WIB
Nottingham Forest Uji Coba Lawan Vitoria Guimaraes di Portugal
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Iran Panggil Kuasa Usaha Ukraina Terkait Serangan Kapal di Laut Kaspia
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Shark Week 2026 Hadirkan 20 Spesial Baru, Ekspedisi Global, dan Kolaborasi K-Pop
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Serangan Mobil di Dekat Festival Pride Berlin, Pemerintah Jerman Janji Tindak Tegas
Minggu / 26-07-2026, 23:35 WIB
Red Sox Dapatkan Infielder Curtis Mead dari Nationals untuk Perkuat Lineup
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Kode Unduh GTA 6 PS5 di Jepang Hanya Berlaku 170 Hari
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Apple Siapkan Konten Streaming Baru dan Apple TV Generasi Berikutnya untuk 2026
Minggu / 26-07-2026, 23:28 WIB
Washington Nationals Buka Peluang Tukar CJ Abrams Sebelum Deadline
Minggu / 26-07-2026, 23:22 WIB
Shea Langeliers Alami Robekan Meniskus, Berpotensi Absen hingga 2027
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB
SUNY Students Get Free Entry to New York State Fair on August 27
Minggu / 26-07-2026, 23:21 WIB







