"Pendekatan komunikasi birokrasi tidak harus selalu formal dan kaku.

Ketika data, regulasi, dan pengalaman lapangan dikemas dengan narasi yang tepat, pesan kebijakan bisa lebih mudah diterima dan berdampak luas," ujarnya.

Melalui strategi komunikasi digital yang presisi, Gunawan menegaskan pentingnya keterlibatan audiens sesama aparatur demi memperkuat literasi serta mendorong adaptasi teknologi informasi di tubuh birokrasi publik secara luas.

"Penghargaan ini membuktikan bahwa edukasi birokrasi tidak harus disampaikan secara kaku dan formal.

Dengan memahami karakter audiens serta mengoptimalkan narasi visual, informasi kepegawaian yang kompleks dapat disajikan secara lebih sederhana, menarik, dan mudah dipahami," ujarnya.

Pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep menyatakan capaian ini menjadi preseden baru bagi penguatan literasi dan transformasi digital pemerintahan yang lahir dari kreativitas individu aparatur daerah.

"Penghargaan ini mengonfirmasi hipotesis bahwa edukasi birokrasi tidak harus selalu bersifat instruksional dan kaku.

Dengan membedah preferensi audiens dan mengoptimalkan narasi visual, regulasi kepegawaian yang kompleks dapat ditranslasikan menjadi literasi yang organik," jelasnya, Selasa (09/06/2026).

>>> BEI Buka Suspensi Saham KING dan IFSH Mulai Sesi I

Keberhasilan platform "PNS Jalan-jalan" dalam menembus audiens nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi aparatur sipil negara lainnya untuk terus berinovasi dalam mengoptimalkan media digital sebagai sarana diseminasi informasi publik.