Badan Kepegawaian Negara (BKN) memulai uji coba program penempatan aparatur sipil negara (ASN) lebih dekat dengan domisili dan keluarga.

Kebijakan ini diinisiasi oleh Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pegawai melalui keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga.

>>> Citizen Luncurkan Dua Jam Tangan Otomatis Tsuyosa 60 dengan Lapisan Emas

Pada tahap awal, program bertajuk "Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga" diterapkan di lingkungan internal BKN.

Uji coba mencakup pegawai di kantor pusat, kantor regional, dan unit pelaksana teknis (UPT). Mereka dapat bekerja lebih dekat dengan domisili serta keluarganya.

Zudan mengatakan kebijakan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa ASN yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan akan memberikan kinerja lebih optimal.

"Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga.

Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga," ujar Zudan, dilansir laman resmi BKN pada Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, selama ini banyak ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja.

Mereka harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, hingga kebutuhan rumah tangga di dua lokasi berbeda.

Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, beban tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan.

Zudan menilai kebijakan itu menjadi salah satu bentuk inovasi manajemen ASN di tengah keterbatasan ruang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penyesuaian pendapatan.

Pengurangan beban pengeluaran dinilai dapat menjadi solusi yang tetap menjaga kualitas pelayanan publik.