Dana Kawasan Teluk Pesan Saham Miliaran Dolar di IPO SpaceX
Sejumlah dana kekayaan negara dari kawasan Teluk mengajukan pesanan saham bernilai miliaran dolar dalam penawaran umum perdana (IPO) SpaceX pada Kamis, 11 Juni 2026.
Langkah ini memperkuat ambisi kawasan tersebut untuk mendanai ekspansi global kecerdasan buatan (AI).
>>> IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan ke Level 6.000
Public Investment Fund (PIF) milik Arab Saudi serta Kuwait Investment Authority (KIA) dikabarkan masing-masing mengajukan pesanan saham senilai US$1 miliar hingga US$5 miliar.
Angka tersebut setara dengan Rp18 triliun hingga Rp90,25 triliun.
Qatar Investment Authority (QIA) yang mengelola aset senilai US$580 miliar dilaporkan berpotensi ikut memberikan komitmen investasi dalam jumlah besar.
Berbagai entitas dari Timur Tengah ini sebelumnya sudah menjadi pemegang saham utama di perusahaan milik Elon Musk tersebut.
Banyak investor saat ini telah mengantongi keuntungan di atas kertas yang besar, berdasarkan target valuasi SpaceX yang mencapai US$1,8 triliun.
Permintaan dari kawasan Teluk memicu lonjakan permintaan dari investor institusi global terhadap IPO SpaceX.
Total jumlah pesanan saham saat ini telah melampaui jumlah saham yang ditawarkan di pasar bursa.
>>> Kementerian UMKM Siapkan Sanksi Pemblokiran bagi Marketplace Bandel
Beberapa investor institusi mengajukan pembelian saham hingga mencapai nilai US$100 miliar, namun alokasi final kemungkinan akan lebih kecil.
Perwakilan resmi dari KIA, PIF, maupun QIA menolak memberikan komentar terkait kabar ini.
Negara-negara kaya minyak di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir gencar menggelontorkan dana ke sektor AI global.
Investasi tersebut mencakup pendanaan ke startup, perusahaan infrastruktur chip, pusat data, hingga pendiri perusahaan AI.
IPO SpaceX dipandang sebagai realisasi nilai pertama yang nyata dari rangkaian investasi besar tersebut.
Aksi korporasi ini terjadi di tengah ketegangan perang Iran yang berpotensi memperlambat ambisi pengembangan AI negara Teluk di domestik.
SpaceX menawarkan sebanyak 555,6 juta lembar saham dengan harga tetap US$135 per saham.
>>> Harga Emas Dunia 11 Juni 2026 Merosot Tajam Dekati US$ 4.000
Aksi korporasi ini dijadwalkan mulai diperdagangkan secara resmi di bursa saham pada 12 Juni 2026.
Update Terbaru
Timnas Indonesia Kalahkan Oman 2-0 di Laga Persahabatan GBK
Kamis / 11-06-2026, 07:56 WIB
Kewajiban Neto PII Indonesia Menyusut Jadi US$227,6 Miliar pada Triwulan I 2026
Kamis / 11-06-2026, 07:56 WIB
BEI Buka Suspensi Saham KING dan IFSH Mulai Sesi I
Kamis / 11-06-2026, 07:56 WIB
Masyarakat Somalia Sambut Kepulangan Wasit Piala Dunia Omar Artan
Kamis / 11-06-2026, 07:53 WIB
Google AI Plus Indonesia Gandakan Kapasitas Penyimpanan Jadi 400 MB
Kamis / 11-06-2026, 07:52 WIB
BPI Danantara Tanggapi Kenaikan Harga Pertamax: Ikuti Pasar
Kamis / 11-06-2026, 07:52 WIB
Chelsea Disarankan Rekrut Marcus Rashford yang Dilepas Barcelona
Kamis / 11-06-2026, 07:52 WIB
Saham BBCA Melonjak 9,71 Persen ke Rp 5.650 pada Perdagangan Rabu
Kamis / 11-06-2026, 07:52 WIB
Google Gandakan Kapasitas Google AI Plus Indonesia Jadi 400 GB, Harga Tetap
Kamis / 11-06-2026, 07:51 WIB
Google Perbarui Paket AI Plus di Indonesia, Penyimpanan Naik Jadi 400 GB
Kamis / 11-06-2026, 07:51 WIB
Aljazair Hadapi Bolivia dalam Laga Persahabatan di Amerika Serikat
Kamis / 11-06-2026, 07:51 WIB
GWM ORA 7 Resmi Terungkap, Perpaduan Desain VW dan Porsche
Kamis / 11-06-2026, 07:48 WIB
HP Infinix Terbaru 2026: Intip Harga dan Rekomendasi Paling Worth It
Kamis / 11-06-2026, 07:48 WIB
LCR Honda Perpanjang Kontrak Cal Crutchlow Sebagai Pebalap Pengganti
Kamis / 11-06-2026, 07:48 WIB






