Harga emas dunia kembali tertekan dan mendekati level psikologis US$ 4.000 per ons troi pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Penurunan ini dipicu oleh lonjakan inflasi di Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil obligasi, serta eskalasi konflik antara AS dan Iran.

>>> Mbappe dan Haaland Ramaikan Persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Berdasarkan data yang dihimpun, harga emas spot melemah 0,73% ke level US$ 4.044,04 per ons troi.

Pada sesi sebelumnya, Rabu (10/6/2026), harga emas sempat ambles hingga 4,26% ke kisaran US$ 4.078 per ons troi.

Perak spot juga ikut melemah 2,66% ke level US$ 63,61 per ons troi.

Inflasi AS dan Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

Tekanan terhadap logam mulia terjadi setelah inflasi AS pada Mei mencatatkan kenaikan 0,5% secara bulanan dan tumbuh 4,2% secara tahunan.

Inflasi inti yang tidak menghitung sektor makanan dan energi meningkat 0,2% secara bulanan serta 2,9% secara tahunan.

Sektor energi menjadi faktor utama dengan kenaikan 23,5% dari tahun sebelumnya, sementara harga bensin melesat 40,5%.

Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya lagi.

Bagi emas yang tidak menghasilkan imbal hasil, kenaikan suku bunga dan penguatan imbal hasil obligasi AS menjadi katalis negatif.

Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau situasi di Selat Hormuz seiring memanasnya konflik AS-Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan opsi serangan lanjutan ke Iran masih terbuka lebar.

>>> Timnas Inggris Hajar Kosta Rika 3-0 dalam Uji Coba

Kekuatan militer AS dilaporkan telah mengambil tindakan tegas terhadap kapal yang dicurigai membawa pasokan minyak dari Iran.