Meskipun gejolak geopolitik biasanya mendorong minat terhadap aset aman, kali ini pasar lebih fokus pada dampak konflik terhadap inflasi dan harga energi.

Harga minyak mentah dunia melambung dan imbal hasil obligasi AS menguat, sehingga menekan posisi emas.

Level Teknikal yang Dipantau

Dari sisi teknikal, level US$ 4.000 per ons troi menjadi area support krusial yang dipantau ketat pelaku pasar.

Jika tekanan jual berlanjut hingga menembus batas tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan koreksi ke kisaran US$ 3.883 per ons troi.

Sebaliknya, jika harga mampu bertahan dan berbalik menguat, emas harus melewati area resistance di kisaran US$ 4.180 hingga US$ 4.200 per ons troi.

Keberhasilan menembus titik tersebut akan membuka peluang rebound menuju target US$ 4.250 hingga US$ 4.350 per ons troi.

Untuk perak, pergerakan harga masih tertekan dengan resistance terdekat pada kisaran US$ 65 hingga US$ 66 per ons troi, sementara support berada di area US$ 63,39 per ons troi.

Fluktuasi harga emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap bergantung pada arah kebijakan moneter The Fed serta dinamika geopolitik global.

>>> Prabowo Cerita Maung Garuda Bocor dan Geter, Tetap Dipakai demi Nasionalisme

Tingkat inflasi yang masih tinggi dan tren penguatan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah yang belum mereda menjadi faktor penentu.