Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan bahwa militer AS siap melancarkan serangan terhadap berbagai fasilitas penting di Iran.

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (10/6/2026) setelah ia menggelar pengarahan dengan para komandan di Markas Komando Pusat AS (CENTCOM) di Florida.

>>> Piala Dunia 2026 Gelar Pembukaan Serentak di Tiga Negara

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Donald Trump. Hegseth menilai Iran telah melewatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan damai.

"Kami akan menghantam mereka dengan keras sesuai ketentuan kami, pada target-target yang dapat memperbaiki lingkungan operasi kami dan melemahkan kapabilitas yang ingin dimiliki Iran," ujar Hegseth.

Peringatan serupa sebelumnya disampaikan Trump jika kesepakatan damai gagal. Situasi ini memicu kekhawatiran eskalasi setelah bentrokan besar dalam dua bulan terakhir.

Washington menuding Iran tidak serius dalam menyelesaikan konflik. Hegseth menyebut Teheran terus mengulur waktu tanpa menunjukkan itikad diplomasi yang nyata.

"Seperti yang dikatakan Presiden Trump, mereka terus mencoba sedikit demi sedikit.

>>> AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Runtuh

Ketika seseorang hanya mengetuk-ngetuk pintu kesepakatan, yang akan mereka dapatkan justru bom-bom yang dijatuhkan Amerika Serikat ke fasilitas-fasilitas penting di Iran," tegas Hegseth.

Ketegangan di Timur Tengah diprediksi semakin meningkat seiring memudarnya peluang rekonsiliasi. Pemerintah AS menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah militer strategis jika negosiasi terus dipermainkan.

"Iran memilih untuk bermain-main.

Jika kami harus bernegosiasi dengan bom, maka kami akan bernegosiasi dengan bom, dan kami sangat ahli melakukannya," kata Hegseth.

>>> IHSG Berpeluang Menguat 11 Juni 2026, Uji Level Psikologis 6.000

Pernyataan ini mengonfirmasi posisi konfrontatif Washington terhadap Teheran di tengah situasi keamanan regional yang memanas.