Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 17.15 waktu New York.

Serangan ini merupakan aksi berturut-turut dalam dua hari terakhir, dipicu oleh lambatnya pembicaraan kesepakatan damai sementara.

>>> IHSG Berpeluang Menguat 11 Juni 2026, Uji Level Psikologis 6.000

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan tindakan ini sebagai serangan pertahanan diri tambahan.

Langkah militer tersebut dipicu oleh insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS pada hari Selasa sebelumnya.

Eskalasi ini menandai runtuhnya gencatan senjata yang disepakati pada April lalu.

Meski demikian, AS dan Israel belum memulai kembali kampanye pengeboman besar-besaran seperti awal konflik.

Dampak ketegangan membuat Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global, masih ditutup sebagian.

Presiden AS Donald Trump berganti-ganti antara ancaman peningkatan serangan dan klaim kesepakatan damai sudah dekat.

"Kami akan menyerang mereka, menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu sebelum serangan terbaru diumumkan.

Trump enggan merinci lokasi yang menjadi sasaran operasional militer.

Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS menyasar infrastruktur sipil mereka.

>>> Beckham Putra Alami Intimidasi Oknum Suporter di SUGBK

"Kami menghantam mereka keras kemarin, dan kami akan menghantam mereka keras lagi hari ini," ujar Trump.

Presiden AS juga mengklaim pihak militer telah mengamankan pelayaran komersial di jalur perairan tersebut.

Menurutnya, AS telah membantu lebih dari 200 kapal komersial melintas sehingga 100 juta barel minyak berhasil mencapai pasar global.

Sebelum operasi udara dimulai, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengunjungi markas US Central Command di Florida.

Ia menegaskan tekanan militer ini sengaja dilakukan untuk memaksa Teheran segera menyepakati perjanjian damai.

"Kami akan menghantam mereka keras malam ini, dan semoga Iran membuat keputusan yang baik," kata Hegseth.

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan proses negosiasi antar kedua belah pihak sebenarnya masih terus berjalan.

Namun, Washington menegaskan bakal terus menerapkan strategi tekanan maksimum sampai kesepakatan resmi tercapai.

Sebagai upaya penyelesaian konflik, jalur diplomatik regional mulai bergerak menuju Teheran.

>>> Ancaman Trump ke Iran Dorong Harga Minyak Dunia Naik Hingga 2 Persen

Kantor berita semi-resmi Iranian Students' News Agency melaporkan delegasi Qatar telah tiba di ibu kota Iran pada Rabu untuk membahas penghentian perang.