Langkah strategis yang dinilai paling relevan bagi emiten semen saat ini adalah memperkuat efisiensi energi dengan mempercepat transisi ke bahan bakar alternatif.

Produsen juga perlu lebih agresif melakukan ekspor ke pasar Asia Tenggara yang menawarkan margin lebih kompetitif.

Intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga energi tetap diperlukan oleh pelaku industri. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batubara sangat dibutuhkan demi menjaga pasokan energi domestik tetap terjangkau.

Rekomendasi Saham Sektor Semen

Dalam jangka menengah, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dinilai lebih menarik.

Hal ini didukung oleh Debt to Equity Ratio (DER) di bawah 0,3 kali, arus kas yang solid, serta Price to Book Value (PBV) di level 1,2 kali yang merupakan level terendah secara historis.

Saham INTP layak dicermati dengan target harga di level Rp 6.500 per saham.

>>> BenQ Board Pro RP05 Layar Interaktif untuk Kelas Hadir di India

Sebaliknya, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) disarankan untuk ditahan terlebih dahulu karena rasio leverage yang tinggi menjadi risiko utama di era suku bunga 5,50%, dengan target harga Rp 3.500 per saham.