Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa penghuni yang menempati hunian ini benar-benar warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen," kata Maruarar.

Kompleks hunian sementara di Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare. Lahan tersebut berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia.

Secara keseluruhan, terdapat 324 unit tempat tinggal yang siap dihuni.

Pengembang juga menyediakan fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, dan area parkir.

Pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari blusukan Presiden Prabowo Subianto di pinggiran rel kereta api kawasan Senen pada Kamis (26/3) sore.

Setelah melihat kondisi di lapangan, Presiden berkomitmen menyediakan tempat tinggal layak bagi warga setempat.

Melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat. kabinet, Presiden Prabowo meninjau lokasi tersebut bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta, 3 km dari pusat Kota Jakarta," tulis akun tersebut.

Setelah peninjauan, Presiden Prabowo langsung mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekjen Kementerian PKP Didyk Choiroel, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dan Direktur Utama Perumnas.

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.944 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga

Presiden memerintahkan pembangunan rumah hunian dan MCK bagi warga bantaran rel.