Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan hunian sementara di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Fasilitas ini disediakan bagi warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kawasan Senen.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proses pendataan bagi calon penghuni telah rampung. Warga di bantaran rel, terutama di area Pasar Gaplok, menjadi prioritas utama.

>>> Kenaikan BI Rate Ancam Target Pertumbuhan Kredit UMKM Nasional

"Data penghuni sudah kami siapkan. Prioritas pertama adalah warga bantaran rel di Pasar Gaplok.

Selanjutnya relokasi akan dilakukan secara bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Proses pemindahan warga menuju hunian di Senen dijadwalkan berjalan mulai pekan depan. Langkah ini diambil setelah seluruh kesiapan teknis serta mekanisme pengelolaan area dipastikan matang.

Keberadaan hunian ini diharapkan menjadi solusi agar masyarakat yang berada di lingkungan berbahaya dapat berpindah ke tempat yang lebih aman.

Langkah ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan merapikan tata ruang kota.

Gratis Sewa dan Utilitas Enam Bulan

Kepala BP BUMN Dony Oskaria menambahkan bahwa para penghuni tidak akan dibebankan biaya sewa maupun utilitas selama setengah tahun pertama.

"Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu.

Nanti setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaannya," ujar Dony.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan kesiapan fasilitas ini akan segera dilaporkan kepada Presiden.

"Besok (10/6) akan kami laporkan kepada Presiden bahwa hunian ini sudah siap.

>>> Penundaan Insentif EV dan Rupiah Lesu, Penjualan Mobil Mei 2026 Anjlok