Menteri Israel Usul Relokasi Warga Palestina dari Gaza, Mossad Terlibat
Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel, mengajukan rencana pemerintah untuk merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza.
Rencana itu melibatkan badan intelijen Mossad.
>>> Kapolri Ungkap Pengungkapan Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026
Gamliel yang juga anggota kabinet keamanan Israel mengatakan inisiatif tersebut diberi judul "migrasi sukarela dari Jalur Gaza". Ia telah mengajukannya kepada pemerintah.
"Saya telah menyiapkan rencana ini dan mengajukannya kepada kabinet.
Rencana ini hampir siap untuk diimplementasikan, dan Mossad kini telah bergabung dalam proses untuk mengelola upaya ini dengan sebaik mungkin," kata Gamliel, seperti dikutip Middle East Monitor.
Gamliel mengatakan proposal itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas. Ia bertekad memperluas operasi militer Israel di Gaza.
"Saat ini kami menguasai lebih dari 60 persen Gaza secara militer, dan kami akan terus maju hingga mencapai tujuan perang, yaitu memastikan bahwa Hamas tidak lagi dapat mengendalikan Jalur Gaza, baik secara militer maupun politik," ujarnya.
>>> LE SSERAFIM Resmi Bergabung dengan BTS di iHeartRadio Music Festival 2026
"Di masa depan, Gaza dapat menjadi peluang bagus untuk pemukiman, setelah migrasi sukarela terjadi," imbuhnya.
Menteri tersebut tidak menyebutkan negara tujuan pemindahan warga Palestina. Ia juga tidak memberikan rincian tentang keterlibatan Mossad dalam rencana itu.
Seruan relokasi warga Palestina dan pendirian permukiman Israel di Gaza bertentangan dengan usulan internasional. Termasuk rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.
Beberapa menteri Israel, seperti Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir, telah berulang kali menyerukan relokasi warga Palestina dari Gaza.
>>> Perdebatan Publik soal Pandangan Konservatif Mark Lee soal Asmara
Hal ini terjadi meskipun ada kritik internasional terhadap usulan tersebut.
Update Terbaru
Ronald Koeman Mundur sebagai Pelatih Belanda Usai Tersingkir di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam 44 Juta Warga AS Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:30 WIB
Bristol NHS Trust Pertimbangkan Satukan Layanan Darurat ke Satu Rumah Sakit
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Polisi Chicago Cari Pelaku Percobaan Penculikan Anak di Portage Park
Rabu / 01-07-2026, 17:29 WIB
Gelombang Panas Ancam 44 Juta Orang Jelang Libur 4 Juli
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Pendapatan Turun 5,9%, Sennheiser Tetap Investasi Riset Rp 911 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Driver Ojol Resmi Jadi Pelaku Usaha Mikro per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Casio Luncurkan Lima Jam Tangan Otomatis Edifice EFK-200
Rabu / 01-07-2026, 17:28 WIB
Janet Jackson Beri Tribut untuk Michael Jackson dan Tupac Shakur di BET Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Vario Evo 160 vs Lexi LX 155: Adu Skutik Dek Rata, Mana Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Registrasi SIM Card Wajib Pakai Biometrik Wajah Berlaku, Cek Caranya
Rabu / 01-07-2026, 17:25 WIB
Aplikasi yang Menguras Memori Ponsel Saya, Ternyata Ini Pelakunya
Rabu / 01-07-2026, 17:22 WIB
Meta Terapkan Biaya Berlangganan untuk Fitur Aksesibilitas Ray-Ban Meta
Rabu / 01-07-2026, 17:21 WIB






