Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai tuduhan genosida yang dilontarkan Israel terhadap negaranya merupakan upaya untuk menutupi 'kebiadaban' Israel di Jalur Gaza.

Dalam keterangan usai rapat kabinet di Ankara pada Selasa (30/6), Erdogan mengatakan Turki tidak gentar dengan fitnah tersebut.

>>> KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing dalam Kasus Jual Beli Jabatan

Ia mengecap Israel sebagai negara pembunuh atas agresi brutalnya ke Gaza sejak Oktober 2023.

'Kami tidak menghiraukan fitnah yang ditujukan kepada negara kami oleh jaringan pembunuh yang tangannya berlumuran darah 75.000 warga sipil tak berdosa di Gaza, sebagian besar anak-anak dan perempuan,' ujar Erdogan seperti dikutip Anadolu Agency.

Erdogan menegaskan sejarah Turki mencatat pernah memberikan perlindungan kepada mereka yang melarikan diri dari penganiayaan rezim Nazi.

Menurutnya, pihak yang memfitnah Turki justru mengetahui fakta itu dengan sangat baik.

Pernyataan Erdogan merespons langkah Israel yang mengumumkan pengakuan tragedi pembantaian bangsa Armenia pada Perang Dunia I sebagai genosida.

Langkah itu dipandang sebagai teguran terhadap Turki dan sinyal memburuknya hubungan kedua negara.

>>> Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama

Hubungan Israel dan Turki terus merosot sejak agresi Israel di Gaza pecah menyusul serangan Hamas pada Oktober 2023.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pemerintah secara bulat menyetujui usulan Menteri Luar Negeri Gideon Saar untuk mengakui Genosida Armenia.

Keputusan kabinet tersebut masih harus mendapat ratifikasi parlemen sebelum resmi berlaku.

Selama bertahun-tahun, Israel menghindari pengakuan resmi Genosida Armenia demi menjaga hubungan dengan Turki, yang pernah menjadi mitra strategis.

Sejak perang Gaza, Turki rutin menuduh Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina, tuduhan yang dibantah Israel.

Erdogan menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap operasi militer Israel di Gaza dan kerap membandingkan pemimpin Israel dengan pejabat Nazi.

>>> Bupati Kuansing Ditahan KPK, Minta Doa dan Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah

Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Erdogan sebagai 'diktator antisemit yang melakukan genosida terhadap warga Kurdi.'