Menurunnya Kepercayaan terhadap Ruang Digital di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia telah berhasil membangun salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi di masa depan.
Namun di tengah optimisme tersebut, muncul tantangan baru yang tidak boleh diabaikan: menurunnya kepercayaan terhadap ruang digital.
>>> Cara Cek Penerima Bansos Kemensos Juni 2026 Secara Online
Hampir setiap hari masyarakat menerima telepon scam, pesan penipuan, tautan phishing, hingga berbagai modus kejahatan digital yang semakin canggih.
Kasus kebocoran data masih sering terjadi. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) juga mulai menghadirkan tantangan baru melalui deepfake, manipulasi informasi, dan penyalahgunaan identitas digital.
Fenomena ini tidak lagi semata-mata persoalan teknologi, melainkan persoalan kepercayaan. Padahal kepercayaan merupakan fondasi utama ekonomi digital.
Masyarakat tidak akan nyaman bertransaksi, berbagi data, maupun memanfaatkan layanan digital apabila merasa rentan terhadap penyalahgunaan data dan kejahatan siber.
Dalam jangka panjang, hilangnya kepercayaan dapat menjadi hambatan bagi investasi, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi digital itu sendiri.
Perlu Fokus Baru dalam Transformasi Digital
Agenda transformasi digital Indonesia perlu memasuki babak baru. Selama ini, fokus pembangunan digital diarahkan pada perluasan akses, konektivitas, dan adopsi teknologi.
Agenda tersebut penting dan berhasil dijalankan.
Namun ke depan, fokus kebijakan perlu bergeser pada pembangunan kepercayaan digital serta peningkatan produktivitas ekonomi yang dihasilkan oleh teknologi.
>>> Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Akuisisi Saham VISI Rp178 Miliar
Peran Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi semakin strategis. Ukuran keberhasilan tidak lagi cukup dilihat dari jumlah pengguna internet atau tingginya transaksi digital.
Yang lebih penting adalah kemampuan negara menciptakan ruang digital yang aman, terpercaya, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Update Terbaru
Manchester United Rilis Jadwal Pramusim 2026, Hadapi Atletico hingga PSG
Rabu / 10-06-2026, 15:53 WIB
Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.940 per Dolar AS, Didorong Sentimen Positif
Rabu / 10-06-2026, 15:53 WIB
Marc Marquez Jalani Operasi Ganda Usai Kecelakaan di MotoGP Prancis
Rabu / 10-06-2026, 15:53 WIB
Bahlil Minta Kekurangan Program Makan Bergizi Gratis Diperbaiki Bersama
Rabu / 10-06-2026, 15:52 WIB
Puluhan Ribu Penerima PIP Lolos SNBT dan SNBP 2026, Berhak Dapat KIP Kuliah
Rabu / 10-06-2026, 15:52 WIB
Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN Tersangka Korupsi Motor Listrik
Rabu / 10-06-2026, 15:52 WIB
Atap Bocor Bisa Sebabkan Rangka Baja Ringan Berkarat dan Ambruk
Rabu / 10-06-2026, 15:52 WIB
Pertamina Luncurkan Kapal Pembersih Sampah Otomatis di Bali
Rabu / 10-06-2026, 15:51 WIB
Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green 95 Naik Signifikan
Rabu / 10-06-2026, 15:50 WIB
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk Targetkan Penjualan Rp1,390 Triliun pada 2026
Rabu / 10-06-2026, 15:50 WIB
Video Viral Rekam Objek Terbang Misterius di Area 51 Nevada
Rabu / 10-06-2026, 15:49 WIB
Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Orang yang Enggan Berbagi Makanan
Rabu / 10-06-2026, 15:49 WIB
BPJS Kesehatan Tekor Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Rabu / 10-06-2026, 15:49 WIB
OJK Beri Izin Usaha Pialang Asuransi untuk PT Sukses Utama Sejahtera
Rabu / 10-06-2026, 15:48 WIB






