Defisit neraca perdagangan barang dan jasa Amerika Serikat mencatat penyempitan tipis pada April 2026.

Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) melaporkan defisit turun US$0,7 miliar menjadi US$55,9 miliar.

>>> Pertamina Patra Niaga Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi pasar yang memperkirakan defisit sebesar US$56,2 miliar. Pada Maret 2026, defisit tercatat US$56,6 miliar.

Total ekspor AS mencapai US$327,1 miliar pada April 2026, naik US$8,3 miliar dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, impor tumbuh US$7,6 miliar menjadi US$383 miliar.

Perbaikan neraca barang menjadi pendorong utama penyusutan defisit. Defisit neraca barang turun US$2,4 miliar menjadi US$83,7 miliar.

>>> Timnas Indonesia Matangkan Pola Permainan Jelang Hadapi Mozambik

Namun, surplus neraca jasa menyusut US$1,7 miliar menjadi US$27,8 miliar.

Secara kumulatif, defisit perdagangan AS pada Januari-April 2026 mencapai US$213,5 miliar. Angka ini turun 49,1% dibanding periode yang sama tahun 2025.

Ekspor kumulatif tumbuh 11,3% year-on-year menjadi US$128,2 miliar. Sebaliknya, impor kumulatif merosot 5,5% atau US$85,3 miliar.

Dampak terhadap PDB

Neraca perdagangan merupakan komponen penting dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB). Penurunan defisit berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik.

>>> Belarus vs Burkina Faso: Laga Persahabatan di Minsk pada Juni 2026

Rilis data ini muncul di tengah volatilitas perdagangan global akibat pergeseran permintaan dan ketidakpastian rantai pasok. Perbaikan defisit mencerminkan pengelolaan hubungan dagang internasional yang lebih baik.