Sony dilaporkan sudah memperkirakan akan terjadi gelombang protes besar sebelum mengumumkan penghentian rilis game fisik PlayStation. Hal itu diungkapkan oleh Alanah Pearce, mantan penulis God of War Laufey.

Dalam video YouTube terbarunya, Pearce mengklaim bahwa karyawan di studio first-party PlayStation mendapat instruksi media sosial yang sangat ketat sebelum Sony mengungkapkan rencana untuk menghentikan cakram game fisik.

>>> Yen Press Umumkan Empat Lisensi Baru Manga, Light Novel, dan Audiobook Jelang SDCC 2026

Komentar ini muncul di tengah kritik yang terus berlanjut di media sosial, petisi, dan komunitas game terhadap strategi digital-only Sony.

Sony Sudah Tahu Akan Ada Kemarahan

Menurut Pearce, kebijakan komunikasi internal Sony terkait pengumuman ini sangat berbeda dibandingkan proyek-proyek besar sebelumnya yang pernah ia kerjakan.

Dalam komentarnya, Pearce mengatakan, "Sony sudah tahu semua orang akan marah. Mereka tahu ini.

Orang-orang yang bekerja di studio first-party PlayStation memberi tahu saya bahwa Sony mengeluarkan pedoman media sosial paling ketat yang pernah mereka lihat untuk hal khusus ini."

Ia menjelaskan bahwa Sony secara rutin memberikan panduan komunikasi menjelang pengumuman besar, tetapi situasi ini berbeda.

Pearce menambahkan, "Mereka hanya akan melakukan ini jika mereka tahu ini akan menjadi masalah PR yang sangat besar.

Ini bukan kejutan bagi mereka."

Ia juga mencatat bahwa sebelumnya ia pernah menerima pedoman komunikasi saat mengerjakan God of War Laufey, tetapi mengklaim bahwa pembatasan terbaru adalah yang terberat yang pernah dihadapi karyawan PlayStation.

Alasan Sony Beralih ke Digital-Only

Sony menyatakan bahwa transisi ke rilis game digital-only mencerminkan perubahan preferensi konsumen dan pergeseran industri menuju distribusi digital.