Kinerja lini bisnis asuransi marine cargo mengalami tekanan signifikan pada kuartal pertama 2026.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi marine cargo turun 12,6% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,491 triliun per Maret 2026.

>>> Pelemahan Rupiah Tekan Biaya Operasional Industri Farmasi Nasional

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,705 triliun.

Penyebab Penurunan Premi

Pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global menjadi faktor utama yang menekan bisnis asuransi marine cargo.

>>> Indonesia dan Singapura Sepakati Penguatan Kerja Sama Ekonomi Enam Sektor

Kondisi ini menahan volume impor, sehingga permintaan terhadap asuransi pengangkutan barang juga berkurang.

Di sisi lain, nilai klaim justru mengalami kenaikan, menambah tekanan pada lini bisnis ini.

>>> Jelang Piala Dunia, AS Batalkan Tiket Pertandingan untuk Fans Iran

Belum ada pernyataan resmi dari AAUI mengenai proyeksi ke depan, namun pelaku industri diharapkan dapat mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global.