Amerika Serikat membatalkan tiket pertandingan yang semula dialokasikan untuk penggemar sepak bola asal Iran, hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Federasi sepak bola Iran (FFIRI) menyatakan pembatalan tersebut membuat fans tidak bisa menonton pertandingan tim nasional mereka.

>>> Bengkel Umum Kini Mampu Perbaiki Motor Listrik, Kendala Utama di Bodi

Piala Dunia 2026 akan dimulai pada Kamis, 11 Juni.

Iran akan memainkan dua pertandingan pertama Grup G di Los Angeles, melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni.

Protes Federasi Iran

Dalam pernyataannya, FFIRI mengatakan mereka telah memulai proses penjualan tiket untuk pertandingan tersebut. Namun, perubahan mendadak ini membuat mereka tidak lagi bisa menjual tiket kepada penggemar.

"Mencabut akses pendukung Iran terhadap alokasi tiket yang resmi dan sah merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat Piala Dunia dan prinsip kesetaraan di antara negara-negara peserta," kata FFIRI, dikutip dari AFP.

FFIRI menambahkan bahwa pembatalan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang campur tangan pertimbangan non-olahraga dan politik dalam penyelenggaraan sepak bola.

>>> Banggar DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Pasar Menjelang RAPBN 2027

Setiap federasi peserta Piala Dunia menerima 8% tiket untuk setiap pertandingan mereka, yang dialokasikan kepada penggemar sesuai kriteria masing-masing.

FFIRI tidak menyebutkan siapa yang membuat keputusan untuk menahan tiket tersebut. Namun, mereka mendesak FIFA untuk mematuhi prinsip netralitas, keadilan, dan peraturan yang telah ditetapkan.

Mereka juga menyerukan agar FIFA mencegah masalah di luar lapangan menodai turnamen tersebut.

Partisipasi Iran di Piala Dunia telah diwarnai ketidakpastian sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari.

FFIRI sebelumnya bernegosiasi untuk memindahkan kamp pelatihan Iran dari Arizona ke Meksiko karena ketidakpastian visa AS.

>>> DPR: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo Bahas Strategi Ekonomi

Setelah berminggu-minggu, AS memberikan visa kepada semua pemain timnas Iran hanya 10 hari sebelum pertandingan pertama, namun sejumlah staf ditolak visanya.