Populasi motor listrik yang terus bertambah mendorong peningkatan kemampuan bengkel umum dalam menangani kendaraan berbasis baterai.

Perbaikan motor listrik kini tidak hanya bergantung pada bengkel resmi. Bengkel independen yang fokus pada kendaraan listrik semakin banyak bermunculan.

>>> Banggar DPR Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Pasar Menjelang RAPBN 2027

Abdulah, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menyatakan bahwa bengkel umum saat ini mampu menangani sekitar 60-70 persen kerusakan motor listrik.

Menurutnya, mayoritas komponen teknis seperti sistem kelistrikan, kontroler, baterai, dan motor penggerak masih bisa diperbaiki atau diganti.

Jika suku cadang tidak tersedia di dalam negeri, biasanya bisa dipesan langsung dari China sebagai pusat manufaktur komponen kendaraan listrik global.

Kendala Utama: Suku Cadang Bodi

Kendala terbesar yang dihadapi bengkel saat ini bukan pada aspek teknis perbaikan, melainkan ketersediaan komponen bodi.

Abdulah mengungkapkan bahwa body part menjadi bagian tersulit. Komponen bodi untuk beberapa merek tidak dijual terpisah atau memerlukan waktu inden lama.

Hal ini membuat durasi perbaikan yang seharusnya cepat menjadi lebih lama karena harus menunggu komponen bodi tiba.

>>> DPR: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo Bahas Strategi Ekonomi

Meski demikian, hambatan tersebut bisa disiasati dengan cara kreatif, misalnya memproduksi ulang bodi yang rusak menggunakan bahan fiberglass.

"Ya sekarang body part saja kan kita bisa bikin. Cuma ya harus tunggu, bikin dari fiber gitu kan.

Tapi bisa, tapi ya tadi, yang harusnya mudah jadi sulit," ujar Abdul.

Daya modifikasi dan kreativitas teknisi lokal menjadi nilai plus bagi bengkel umum dalam mengatasi masalah kendaraan listrik.

Proses perbaikan sebagian besar kerusakan tetap berjalan lancar selama komponen vital seperti baterai, kontroler, motor penggerak, dan sistem kelistrikan tersedia.

Kehadiran bengkel motor listrik independen diproyeksikan memegang peran vital seiring ekspansi kendaraan listrik di Indonesia.

>>> Telkom Setujui Buyback Saham Rp4 Triliun dan Ganti Komisaris

Sektor ini tidak hanya menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan, tetapi juga mendukung perluasan ekosistem layanan purna jual yang masih terus berkembang.