>>> Krisis Memori AI Dorong Harga Kartu Grafis Kelas Menengah Naik Hingga 30 Persen

Namun, Nvidia tercatat telah melakukan kebijakan pemecahan nilai saham (stock split) sebanyak beberapa kali sejak 1999.

Akibat rangkaian stock split, kepemilikan 11.250 lembar saham di masa lalu kini telah beranak pinak menjadi 5,4 juta lembar saham.

Dengan harga saham Nvidia saat ini yang menyentuh 187 dolar AS per lembar, nilai totalnya menjadi luar biasa.

Nilai kumulatif saham yang dijual Huang untuk membeli Mercedes itu kini ditaksir menembus 1,009 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp 16 triliun.

Angka ini bahkan jauh melampaui harga mobil baru paling mahal di dunia saat ini, Rolls-Royce Droptail.

Penyesalan yang Tidak Mengubah Banyak

Walaupun cerita ini terkesan merugikan dari aspek finansial, hal itu tidak mengganggu stabilitas kekayaan sang CEO.

Kisah tersebut kini hanya menjadi anekdot kecil di tengah kesuksesan besar yang diraihnya.

Huang sendiri saat ini diperkirakan masih menggenggam aset saham Nvidia dengan nilai total mencapai 123 miliar dolar AS.

Nominal tersebut menempatkannya sebagai salah satu jajaran orang terkaya di dunia.

Bagi pria berusia paruh baya tersebut, melepas saham di masa lalu mungkin menjadi salah satu kekeliruan perhitungan bisnis terbesar.

>>> Kemenkomdigi Targetkan Lelang Spektrum 5G Rampung Sebelum 17 Agustus 2026

Namun bagi kedua orang tuanya, pemberian Mercedes S-Class dari sang anak tetap menjadi hadiah yang tidak ternilai.