Pendiri sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, membagikan kisah haru sekaligus penyesalan finansial terbesar dalam hidupnya.

Momen itu terjadi tidak lama setelah Nvidia resmi melantai di bursa saham pada 1999.

>>> Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris usai Disebut di Kasus Bea Cukai

Huang memutuskan melepas sebagian kepemilikan sahamnya demi membelikan orang tuanya sebuah mobil mewah. Kendaraan tersebut adalah Mercedes S-Class seharga 135.000 dolar AS sebagai wujud bakti seorang anak.

Langkah yang awalnya didasari niat mulia itu kini menyisakan kenangan pahit. Pasalnya, aset saham yang dilepas saat itu kini memiliki nilai fantastis, mencapai miliaran dolar AS.

Kisah di Balik Penjualan Saham

Kisah ini diungkapkan langsung oleh Jensen Huang saat menghadiri sesi wawancara di forum ekonomi World Economic Forum (WEF) 2026.

Ia menceritakan motivasinya menjual saham sesaat setelah melakukan penawaran umum perdana (IPO).

"Satu-satunya penyesalan saya adalah saat IPO.

Setelah IPO, saya ingin membelikan orang tua saya sesuatu yang bagus, jadi saya menjual saham Nvidia pada valuasi 300 juta dolar AS dan saya membelikan mereka Mercedes S-Class.

Itu adalah mobil paling mahal di dunia. Mereka menyesalinya," kata Huang.

Meski keputusan itu kerap mengundang rasa sesal, mobil mewah tersebut rupanya masih dirawat dengan baik. Huang mengonfirmasi bahwa kendaraan itu tetap disimpan oleh pihak keluarganya hingga hari ini.

Saham Seharga Mobil Mewah yang Kini Bernilai Triliunan

Mobil yang dibeli Huang diperkirakan merupakan varian tertinggi, yakni tipe S600 yang mengusung mesin V12 berkapasitas enam liter.

Saat IPO, saham Nvidia dilepas dengan harga awal 12 dolar AS per lembar.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Huang diperkirakan telah menjual sekitar 11.250 lembar saham untuk menebus mobil itu.