Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan proses lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan 5G rampung sebelum 17 Agustus 2026.

Target ini diungkapkan oleh Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Denny Setiawan. Ia menyebut tahapan seleksi spektrum saat ini sedang berjalan di pemerintah.

>>> Ariana Grande dan Ethan Slater Putus Setelah 3 Tahun Pacaran

"Kita sudah proses seleksi 700 MHz sama 2,6 GHz. Mudah-mudahan sebelum Indonesia merdeka, 17 Agustus bisa rilis," ujar Denny.

Penyelesaian lelang ini diharapkan menjadi persembahan khusus pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penyediaan jaringan generasi kelima yang mumpuni di tanah air.

Dampak bagi Operator dan Infrastruktur

Optimalisasi layanan 5G diyakini terbantu oleh ketersediaan spektrum baru agar kualitasnya tidak menyerupai jaringan sebelumnya. Menurut Denny, lompatan adopsi teknologi ini akan didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan.

>>> Ilmuwan Temukan Ekosistem Mikroba Purba Hidup di Tubuh Mumi Ötzi

Sektor telekomunikasi masih mencari pemanfaatan aplikasi yang tepat sebagai pemicu migrasi massal ke ekosistem digital baru.

Pemerintah juga memacu penyediaan gawai terjangkau serta pembangunan serat optik, pusat data, kabel laut, dan fiberisasi BTS.

Momentum lelang ini diprediksi mengubah peta persaingan dan arah investasi operator seluler besar seperti Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison.

>>> Lebih dari 500 Ribu ARMY Ikut War Presale Tiket Konser BTS Jakarta

Frekuensi 700 MHz untuk memperluas jangkauan sinyal, sedangkan 2,6 GHz untuk kapasitas data di perkotaan.