PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) resmi ditetapkan sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tahun 2026.

Alokasi spektrum ini bertujuan memperluas jangkauan sinyal di daerah pelosok serta meningkatkan kapasitas data 5G di perkotaan.

>>> Baterai 9.020 mAh iQOO Z11 Tahan 10 Jam Main MLBB

Langkah ini menjadi strategi kunci untuk mewujudkan konektivitas 5G yang merata di Indonesia.

Inovasi Dual-Band: Jangkauan Luas dan Kapasitas Tinggi

Spektrum 700 MHz dikenal sebagai 'pita emas' karena mampu menembus hambatan geografis dan bangunan tebal, sehingga ideal untuk menjangkau wilayah rural dengan infrastruktur menara yang lebih efisien.

Sementara itu, spektrum 2,6 GHz menawarkan lebar pita besar yang mendukung transmisi data volume tinggi dengan latensi rendah, cocok untuk kebutuhan perkotaan yang padat trafik.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa alokasi spektrum baru akan segera dieksekusi menjadi infrastruktur nyata untuk menghadirkan jaringan yang lebih luas, andal, dan berkualitas.

>>> Bukalapak Tinggalkan E-Commerce, Gaming Dominasi Hampir 90 Persen Pendapatan

"Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi XLSmart.

Alokasi spektrum baru akan kami manfaatkan untuk menghadirkan jaringan yang semakin luas, andal, dan berkualitas sehingga masyarakat, pelaku usaha, sekolah, hingga layanan publik di seluruh Indonesia dapat menikmati pengalaman digital yang semakin baik," ujar Rajeev Sethi dalam keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).

Efisiensi Pasca-Merger dan Optimalisasi Aset

Kemenangan tender ini menjadi momentum bagi XLSmart untuk menunjukkan sinergi pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren. Dengan spektrum baru, integrasi jaringan kedua entitas akan berjalan lebih cepat.

Optimalisasi spektrum memungkinkan perusahaan mengelola trafik data yang terus meningkat tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

>>> Huawei MatePad Pro Max Resmi di Indonesia, Tablet Tertipis dengan AI PC Level

Tambahan frekuensi 2,6 GHz menjadi fondasi untuk layanan 5G yang lebih matang, mendukung ekosistem IoT, smart city, dan otomatisasi industri.