Krisis komponen memori yang dipicu oleh tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI) kini mulai berdampak pada pasar kartu grafis (GPU) kelas menengah.

Lonjakan harga yang sebelumnya hanya berimbas pada GPU kelas atas seperti Nvidia GeForce RTX 5090, RTX 5080, dan RTX 5070 Ti kini merembet ke segmen mid-range.

>>> Kemenkomdigi Targetkan Lelang Spektrum 5G Rampung Sebelum 17 Agustus 2026

Model-model kelas menengah seperti RTX 5070, RTX 5060 Ti, hingga AMD Radeon RX 9070 XT mulai mengalami lonjakan harga jual.

Menurut laporan XDADevelopers, Nvidia RTX 5060 Ti kini dipasarkan dengan harga 30 persen lebih mahal dari harga eceran resmi yang disarankan (MSRP).

Sementara itu, harga untuk varian RTX 5070 juga dilaporkan mengalami kenaikan berkisar 15 persen lebih tinggi dari MSRP.

Tren kenaikan harga serupa didapati pada lini kartu grafis besutan AMD.

Produk Radeon RX 9070 XT banyak dijual sekitar 16 persen di atas MSRP, sedangkan untuk varian Radeon RX 9070 dipasarkan dengan harga sekitar 10 persen lebih mahal.

Kenaikan harga pada GPU kelas menengah ini didorong oleh melonjaknya harga Video RAM (VRAM).

Komponen tersebut merupakan memori khusus yang berfungsi menyimpan data grafis serta menjalankan berbagai proses visual pada perangkat komputer.

Kondisi mahalnya VRAM terjadi karena tingginya permintaan chip memori berperforma tinggi untuk kebutuhan teknologi AI.

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan dan operator pusat data menyerap sebagian besar pasokan memori di pasar, sehingga pasokan untuk industri PC desktop menjadi semakin terbatas.

Keterbatasan pasokan tersebut pada akhirnya membuat biaya produksi kartu grafis membengkak.

Laporan dari pihak industri bahkan menyebutkan bahwa memori GDDR7 saat ini dapat berkontribusi hingga sekitar 80 persen dari keseluruhan total biaya produksi sebuah GPU.