>>> Ariana Grande dan Ethan Slater Putus Setelah 3 Tahun Pacaran

Padahal dalam kondisi pasar yang normal sebelumnya, kontribusi komponen memori terhadap biaya produksi kartu grafis hanya berada di kisaran 30-40 persen saja.

Situasi ini memaksa produsen GPU untuk lebih memprioritaskan lini model kelas atas demi mendapatkan margin keuntungan yang jauh lebih besar.

Tren Kenaikan Harga Diprediksi Masih Berlanjut

Dampak dari kebijakan prioritas produsen tersebut membuat pasokan GPU kelas menengah di pasar menjadi lebih terbatas.

Minimnya ketersediaan barang di pasaran inilah yang kemudian ikut mendongkrak harga jual eceran ke konsumen.

Kenaikan harga kartu grafis segmen menengah ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut mengingat harga memori global yang hingga kini belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan.

Meskipun demikian, laporan industri menyebutkan bahwa persentase kenaikan harga untuk kelas menengah tidak akan setinggi GPU kelas atas.

Lonjakan harga lini mid-range ini diproyeksikan setidaknya tidak sampai melebihi 110 persen dari harga MSRP awal.

Permintaan chip memori untuk kebutuhan infrastruktur AI diperkirakan tetap berada di level tinggi, sementara pemulihan harga VRAM ke kondisi normal belum terlihat dalam waktu dekat.

Bagi para gamer, situasi pasar saat ini membuat keputusan untuk melakukan upgrade komponen PC menjadi semakin sulit.

GPU segmen kelas bawah dinilai sudah kurang memadai untuk menjalankan berbagai game modern, sedangkan lini kelas atas semakin sulit dijangkau akibat harganya yang terus melambung tinggi.

>>> Ilmuwan Temukan Ekosistem Mikroba Purba Hidup di Tubuh Mumi Ötzi

Kondisi ini membuat segmen kelas menengah, yang sebelumnya menjadi primadona karena mendominasi pasar tanpa kenaikan harga, perlahan mulai kehilangan daya tariknya bagi konsumen.