Menteri Perdagangan Pantau Lonjakan Biaya Produksi Tahu Tempe
Menteri Perdagangan Budi Santoso memantau ketat lonjakan biaya produksi tahu dan tempe. Pelemahan nilai tukar rupiah disebut menjadi penyebab utama.
Pemantauan dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026). Langkah ini diambil setelah para perajin mengeluhkan penyusutan pendapatan.
>>> Google Sewa Server AI SpaceX Senilai Rp 488 Triliun
Pelemahan kurs rupiah memicu kenaikan harga beli kedelai impor. Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe.
Tingginya ongkos produksi secara langsung menggerus keuntungan produsen lokal. Pemerintah kini tengah menelusuri akar permasalahan untuk mencegah lonjakan harga berkelanjutan.
Pengawasan Pasokan Kedelai
"Ya kita, kita ini ya, terus memantau, masalahnya apakah karena harga impornya ya atau bagaimana. Kita nanti lakukan pengawasan, jangan sampai naik terus ya," ujar Budi Santoso.
Kementerian Perdagangan memprioritaskan kelancaran pasokan kedelai bagi para perajin. Kelangkaan pasokan dinilai bakal memperparah beban finansial pelaku usaha.
>>> Rupiah Melemah ke Rp18.165 per Dolar AS Akibat Tensi Geopolitik
"Jadi kita usahakan pasokannya terjaga dan nanti bisa kita komunikasikan, kita carikan solusinya nanti yang terbaik. Tapi yang penting pasokan impornya harus terjaga dulu ya," beber Budi Santoso.
Kementerian Perdagangan mencatat bahwa tahu dan tempe tidak termasuk bahan pangan pokok prioritas. Komoditas ini tidak berada di bawah kendali harga dan pasokan langsung pemerintah.
"Tempe tahu itu kan tidak termasuk kebutuhan pokok yang dipantau ya. Tapi kalau harga-harga kebutuhan pokok kan ada yang di atas HET, ada juga yang di bawah HET.
>>> DPR: PPPK Aset Negara, Bukan Beban Anggaran
Terus untuk yang di atas HET, kita terus menjamin supaya distribusi dan pasokannya lancar," papar Budi Santoso.
Update Terbaru
Cek Desil Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Ketahui Posisi dan Status Bantuan
Jumat / 24-07-2026, 15:24 WIB
Pemerintah Nego Tarif ke USTR usai RI Masuk Daftar Tarif Tambahan AS
Jumat / 24-07-2026, 15:24 WIB
Purbaya: Insentif Pajak 0% PFII Bukan Potential Loss, Justru Tarik Investasi
Jumat / 24-07-2026, 15:24 WIB
Lowongan Magang BRIN 2026 untuk Mahasiswa D3, D4, dan S1, Ini Syarat dan Cara Daftar
Jumat / 24-07-2026, 15:22 WIB
Denny Indrayana Ungkap Pernah Dimarahi Prabowo di Apartemen Dharmawangsa
Jumat / 24-07-2026, 15:22 WIB
Terminal Arun Bawa Indonesia Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia
Jumat / 24-07-2026, 15:22 WIB
Arogansi Roy Suryo Diramal Lenyap, Ini Alasannya
Jumat / 24-07-2026, 15:22 WIB
Eks Wamenkumham Kritik Posisi Duduk Gibran, Setuju Jika Dipecat dari Wapres
Jumat / 24-07-2026, 15:22 WIB
Realme Beralih ke ColorOS 17: Daftar Ponsel yang Mendapatkan Pembaruan
Jumat / 24-07-2026, 15:21 WIB
Mia Khalifa Pasang Taruhan Rp 18 M di Piala Dunia 2026, Raup Untung Rp 10,5 M
Jumat / 24-07-2026, 15:21 WIB
10 Desainer Indonesia yang Berjasa Memopulerkan Kebaya dari Masa ke Masa
Jumat / 24-07-2026, 15:19 WIB
Molton Brown, Brand Body Care Favorit Ratu Elizabeth II, Kini Hadir di Pacific Place
Jumat / 24-07-2026, 15:19 WIB
Aletra Pamer Teaser Mobil Baru, Siap Meluncur di GIIAS 2026
Jumat / 24-07-2026, 15:19 WIB
Hadestown Live Film Capture Tayang di Bioskop Selama Lima Malam
Jumat / 24-07-2026, 15:14 WIB







