Indeks sentimen konsumen Australia kembali merosot pada Juni 2026. Survei Westpac-Melbourne Institute mencatat penurunan 2,9% ke level 80,6.

Angka di bawah 100 menandakan jumlah pesimis lebih dominan. Level ini termasuk yang terlemah dalam 50 tahun sejarah survei.

>>> Chandra Daya Investasi Bayar Dividen US$ 40 Juta Hari Ini

Kepala Peramalan Makroekonomi Australia di Westpac, Matthew Hassan, mengatakan tiga faktor tekanan utama terjadi bersamaan.

Tiga Faktor Tekanan

Pertama, kebijakan moneter agresif Bank Sentral Australia (RBA) yang telah menaikkan suku bunga acuan tiga kali sepanjang 2026.

Kedua, guncangan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga bensin di Australia.

Ketiga, rencana reformasi pajak properti pemerintah Partai Buruh yang memangkas insentif potongan pajak untuk pembelian rumah sewa.

>>> Satelit NASA Ungkap Mexico City Ambles hingga 24 Sentimeter per Tahun

Ekspektasi harga rumah turun tajam, menandakan kekhawatiran konsumen terhadap kebijakan baru tersebut.

Tekanan biaya hidup membuat pandangan konsumen terhadap kondisi keuangan keluarga dan prospek ekonomi jangka panjang semakin suram.

Sub-indeks Waktu yang Tepat untuk Membeli Barang Mewah naik tipis ke 86,4, namun masih jauh di bawah rata-rata historis 123,0.

>>> Harga Emas Perhiasan 9 Juni 2026 Turun, Cek Rincian per Gram

Mayoritas konsumen juga menurunkan ekspektasi kenaikan harga properti, menandakan pasar real estat mulai melandai.