OJK Dorong Pengembangan Blockchain Lewat Stablecoin dan Tokenisasi Aset
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pergeseran arah pengembangan industri aset kripto domestik dari aktivitas perdagangan ke pemanfaatan teknologi blockchain yang lebih luas.
Langkah strategis ini diambil melalui pengembangan stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata atau real world asset (RWA) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).
>>> Caviar Modifikasi iPhone 17 Pro Max Jadi Kompartemen Jam Tangan Mewah
Hal ini dilakukan guna mendukung perekonomian produktif di tengah tekanan pasar kripto global yang sedang dibayangi sentimen negatif.
Berdasarkan indikator CoinMarketCap Fear and Greed Index akhir pekan lalu, pasar berada di level 15 yang menunjukkan kondisi ketakutan ekstrem.
Penurunan kapitalisasi pasar kripto global menjadi US$ 2,09 triliun dipicu oleh aksi jual massal terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.
Selain itu, produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana bersih terbesar dalam lima bulan terakhir, yakni sekitar US$ 2,4 miliar sepanjang Mei 2026.
Dana tersebut diduga mengalir ke obligasi, saham teknologi, dan kecerdasan buatan (AI).
Fundamental Aset Kripto Tidak Berubah
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso menjelaskan bahwa situasi pasar saat ini tidak mengubah fundamental instrumen tersebut.
"Meskipun saat ini terjadi ketakutan ekstrem di sektor kripto global, tidak ada perubahan fundamental yang mendasar terhadap aset kripto itu sendiri.
>>> Transjakarta Gelar Jakarta Sky Fun Run 12 Juli 2026 di Jalur Layang Koridor 13
Aset kripto tetap merupakan salah satu alternatif instrumen investasi jangka panjang yang layak dipertimbangkan," ujar Adi Budiarso.
Peluang besar dari pemanfaatan blockchain dinilai mampu menopang aktivitas ekonomi yang lebih produktif di Indonesia.
Update Terbaru
Guru Les di Tangerang Jadi Tersangka Pelecehan, Korban Capai 29 Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:08 WIB
Kisah Veronika Gabung PNM Mekaar, Menolak Menyerah demi Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:07 WIB
Lee Junho Jadi Naga dalam Drama Fantasi Romantis Terbaru bersama Hong Hwayeon
Jumat / 24-07-2026, 22:05 WIB
Wali Kota New York Mamdani Terima Ancaman Pembunuhan karena Dukung Gaza
Jumat / 24-07-2026, 22:04 WIB
Hasil Piala AFF: Gol Dramatis Injury Time, Singapura Gebuk Kamboja 2-1
Jumat / 24-07-2026, 22:04 WIB
Genesis Masih Pertimbangkan Hadirkan Pickup Mewah, Tapi Pasar Masih Niche
Jumat / 24-07-2026, 22:00 WIB
Hasil AVC Cup: Hajar Filipina, Timnas Voli Indonesia ke Semifinal
Jumat / 24-07-2026, 21:59 WIB
DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsal, Total 3 Jenazah Dikenali
Jumat / 24-07-2026, 21:59 WIB
Gubernur Kalteng Resmikan Huma Betang, Simbol Pelestarian Budaya Dayak
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pesan Erick Thohir usai Bertemu Kiper Cape Verde Vozinha
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pertamina Perkuat Fondasi HSSE untuk Jaga Bisnis dan Ketahanan Energi
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Prajurit TNI di Tangerang Gegara Antre Sate Taichan
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pengembang Burgie's Cozy Kitchen: 99% Pemain Adalah Pembajak
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Open Beta Marvel Tokon: Fighting Souls Terganggu Gangguan PSN, Developer Selidiki
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB







