Pencurian kargo mengalami perubahan modus operandi yang signifikan. Pelaku kini tidak perlu lagi membobol gudang atau membajak truk.

Mereka cukup menggunakan identitas palsu dan dokumen palsu untuk mengambil muatan secara sah, lalu menghilang bersama barang curian.

>>> Mantan Desainer Volvo Hidupkan Kembali Wagon Ikonik dengan Konsep V77 dan XC77

Menurut laporan perusahaan keamanan rantai pasok Overhaul, insiden pencurian kargo rata-rata terjadi hampir tujuh kali per hari selama kuartal pertama 2026.

Salah satu taktik yang paling cepat berkembang adalah deceptive pickup, di mana penjahat menggunakan kredensial palsu dan menyamar sebagai perusahaan pengangkut resmi.

CEO Overhaul, Barry Conlon, mengatakan kepada TTNews bahwa pertumbuhan skema ini menunjukkan jaringan kriminal terorganisir berinvestasi dalam infrastruktur penipuan.

Dampaknya sangat terasa di industri otomotif.

Overhaul menemukan pencurian kendaraan dan suku cadang melonjak 142 persen dibandingkan kuartal keempat 2025, dan naik 51 persen secara tahunan.

American Transportation Research Institute mencatat kerugian akibat pencurian kargo mencapai sekitar $18 juta setiap hari, atau $208 per detik.

Negara Bagian Perketat Hukuman

California tetap menjadi sasaran utama karena pelabuhan dan pusat distribusinya. Baru-baru ini, Kantor Sheriff Kern County menemukan trailer berisi Lego senilai $1 juta yang dicuri.

Legislator California mempertimbangkan rancangan undang-undang yang membentuk gugus tugas khusus pencurian kargo di bawah kantor jaksa agung negara bagian.

>>> Venuum Mastodon V4: G-Class Cabrio Tanpa Atap Buatan Tuner Timur Tengah

Arizona juga mengevaluasi proposal serupa setelah perusahaan truk melaporkan kerugian yang meningkat, terutama di sepanjang koridor antarnegara bagian utama.

Gubernur Arkansas Sarah Huckabee Sanders menandatangani undang-undang pada Maret yang menyatakan keadaan darurat pencurian kargo.