Telkom Divestasi AdMedika Group untuk Rampingkan Portofolio Bisnis
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyelesaikan divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penyederhanaan portofolio bisnis non-inti.
Divestasi tersebut diumumkan pada Senin (8/6/2026) sebagai upaya merampingkan lini usaha di luar bisnis utama. Telkom ingin mengoptimalkan sumber daya untuk pertumbuhan jangka panjang.
>>> Permintaan MacBook Neo Melonjak, Apple Lipatgandakan Produksi
Sepanjang 2025 hingga kuartal I-2026, Telkom telah merampingkan enam entitas. Hal ini sejalan dengan strategi transformasi TLKM 30 yang bertumpu pada empat pilar utama.
Fokus pada Infrastruktur Telekomunikasi
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan keputusan ini menunjukkan komitmen memperkuat fondasi finansial yang sehat dan berdaya saing global.
Transformasi ini membebaskan ruang fiskal dan mengembalikan fokus ke infrastruktur telekomunikasi serta ekosistem digital nasional.
"Tahun ini, kami melakukan percepatan eksekusi strategi TLKM 30 secara disiplin dan terukur," ujar Dian.
Ia menambahkan setiap langkah diharapkan berkontribusi membangun ekosistem digital yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Melalui pilar efisiensi operasional, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp146,74 triliun sepanjang 2025.
>>> IHSG Anjlok 4,52% ke 5.342,13, Investor Asing Jual Bersih Rp44,76 Miliar
EBITDA tercatat Rp72,24 triliun dan laba bersih Rp17,81 triliun, meskipun tertekan percepatan depresiasi aset teknologi lama.
Arus kas operasional yang kuat memungkinkan Telkom membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sekitar Rp21,9 triliun.
Dana tersebut berasal dari laba bersih Rp17,8 triliun dan laba ditahan Rp4,2 triliun. Perseroan juga menyiapkan Rp4 triliun untuk buyback saham.
"Meskipun menghadapi tekanan industri, fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas kian menguat," pungkas Dian.
Selanjutnya, Telkom fokus pada monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia. Proses ini ditargetkan selesai pada kuartal III-2026.
>>> AS Buka Peluang Bebaskan Tarif Impor 18 Produk Indonesia
Restrukturisasi terintegrasi ini diikuti transisi ke model HoldCo–OpCo untuk meningkatkan transparansi kinerja keuangan.
Update Terbaru
Kemitraan Samsung dan Qualcomm Makin Erat di Berbagai Lini Produk
Jumat / 24-07-2026, 18:43 WIB
Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter di Lampung
Jumat / 24-07-2026, 18:42 WIB
4 Warna Lipstik yang Bikin Gigi Tampak Lebih Putih
Jumat / 24-07-2026, 18:42 WIB
Sinopsis Lake Placid vs Anaconda, Bioskop Trans TV 24 Juli 2026
Jumat / 24-07-2026, 18:39 WIB
Dari Wishlist ke Checkout: Cara Sederhana Menambah Kebahagiaan Sehari-hari
Jumat / 24-07-2026, 18:39 WIB
Benarkah Telinga Berdenging Tanda Ibadah Ditolak? Buya Yahya Beri Penjelasan
Jumat / 24-07-2026, 18:39 WIB
Persib Bandung Amankan 11 Pemain Asing untuk Musim 2026/2027
Jumat / 24-07-2026, 18:36 WIB
Panduan Hitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor 2026
Jumat / 24-07-2026, 18:36 WIB
Febrie Adriansyah Kembali Diperiksa Tim 9 Terkait Dugaan TPPU Emas 74 Kg
Jumat / 24-07-2026, 18:36 WIB
DPR Ingatkan Operator Usai Putusan MK Soal Kuota Internet: Jangan Cari Celah Baru
Jumat / 24-07-2026, 18:35 WIB
Cara Cek Desil Bansos Kemensos 2026, Ketahui Status Penerima PKH dan BPNT Cair Juli 2026
Jumat / 24-07-2026, 18:34 WIB
Denny Indrayana: Posisi Duduk Wapres Sejajar Menteri Langgar Konstitusi
Jumat / 24-07-2026, 18:34 WIB
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal Rp50 Juta, Ini Syarat Warga yang Dapat Hadiah
Jumat / 24-07-2026, 18:34 WIB
TimePhoria Timeless Fixion Skin Tint Stick, Foundation dan Concealer 2-in-1 yang Praktis
Jumat / 24-07-2026, 18:29 WIB







