Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam 4,52 persen ke level 5.342,13 pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Penurunan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp44,76 miliar atau setara US$24,60 juta dalam sehari.

>>> AS Buka Peluang Bebaskan Tarif Impor 18 Produk Indonesia

Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, aksi jual bersih investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus angka Rp61,80 triliun.

Pejabat Sementara (Pjs. ) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengimbau investor untuk tetap rasional dan berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.

"Dalam kondisi pasar dengan ketidakpastian tinggi seperti saat ini, kami tentu menghimbau investor untuk tetap rasional, memperhatikan fundamental dan berinvestasi sesuai profil risiko masing masing," kata Jeffrey.

Seluruh Sektor Saham Terkoreksi

Koreksi massal terjadi di seluruh sektor saham tanpa terkecuali.

>>> Thailand U-19 Kalahkan Malaysia 3-2, Malaysia Gagal ke Semifinal Piala AFF

Sektor perindustrian mencatatkan penurunan terdalam sebesar 6,39 persen, disusul sektor infrastruktur 6,29 persen, dan sektor transportasi 5,58 persen.

Sektor teknologi melemah 4,68 persen, kesehatan 4,44 persen, barang konsumer primer 4,36 persen, dan barang konsumer non-primer 4,25 persen.

Sektor energi turun 4,03 persen, barang baku 4,00 persen, properti dan real estate 2,92 persen, serta keuangan 2,82 persen.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 32,39 miliar saham dengan total nilai Rp21,39 triliun.

>>> Acer Indonesia Gelar ACERUN 2026 dengan Format Baru 7K

Sebanyak 661 saham melemah, 78 saham menguat, dan 78 saham stagnan.