Banyak aktivitas digital sehari-hari yang tanpa disadari mempercepat kerusakan perangkat elektronik. Selain merusak fisik, kebiasaan tersebut juga membuka celah bagi ancaman siber berbahaya.

Aktivitas seperti menunda pembaruan sistem operasi, mengabaikan peringatan keamanan, hingga memakai WiFi publik sembarangan menjadi ancaman serius.

>>> Indonesia U-19 Kalahkan Vietnam 2-1, Lolos ke Semifinal Piala AFF

Para pemimpin IT di Forbes Tech Council merangkum 14 kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan.

Meninggalkan ponsel, tablet, atau laptop dalam kondisi tidak terkunci saat ditinggal sebentar merupakan kesalahan fatal.

Siapa pun di sekitar Anda dapat mengakses data pribadi, aplikasi perbankan, dan media sosial secara mudah.

Melalaikan perawatan rutin serta mengabaikan setelan keamanan dasar juga sering terjadi. Dampaknya bisa berupa kerusakan perangkat yang lebih cepat, kebocoran informasi pribadi, hingga kerugian finansial mendadak.

Perlindungan fisik yang minim saat membawa laptop atau ponsel juga sangat berisiko. Benturan, lonjakan daya listrik, dan paparan panas ekstrem bisa memicu kerusakan permanen pada komponen internal.

Menaruh makanan atau minuman di dekat area perangkat elektronik juga membahayakan hardware. Kerusakan akibat cairan umumnya tidak ditanggung oleh garansi resmi produsen.

Ancaman Siber dan Kelalaian Mengelola Akun

Serangan siber melalui e-mail dan pesan teks kini semakin manipulatif.

Setiap pesan yang meminta perubahan kata sandi, kode OTP, atau data sensitif harus diperiksa secara teliti sebelum ditanggapi.

Kebiasaan menunda pembaruan sistem operasi dan aplikasi juga membawa risiko besar. Pembaruan software menyediakan tambalan keamanan kritis untuk menutup celah yang diincar peretas.

>>> Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina Selatan, 32 Orang Tewas

Mengunduh software atau aplikasi dari situs tidak resmi berpotensi menyusupkan malware ke sistem. Modus ini sering digunakan untuk memata-matai aktivitas korbannya hingga menguras isi rekening bank.