Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.

Mata uang Garuda ditutup turun 151 poin ke level Rp 18.187 per dolar AS.

>>> Sektor Properti Berguguran Saat IHSG Melemah ke Level 5.342

Sebelum ditutup melemah, rupiah sempat menyentuh koreksi hingga 200 poin.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sebelumnya yang mencatat penurunan 143 poin atau 0,79 persen ke Rp 18.179 per dolar AS.

Sentimen Global dan Domestik Tekan Rupiah

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut faktor geopolitik Timur Tengah menjadi pemicu utama. Ketegangan bersenjata kembali meningkat setelah serangan militer Israel ke Lebanon.

>>> Pemerintah Alihkan Minyakita untuk Pasar Rakyat, Bukan Bantuan Pangan

Dari Amerika Serikat, data tenaga kerja yang kuat turut memperkokoh posisi dolar. Ekonomi AS menambah 172 ribu lapangan kerja baru pada Mei, jauh melampaui prediksi 85 ribu.

Ibrahim menambahkan, fokus pasar minggu ini adalah data inflasi AS berupa Indeks Harga Konsumen yang akan dirilis Rabu.

Sementara itu, dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$ 144,9 miliar pada akhir Mei, dibandingkan US$ 146,2 miliar pada bulan sebelumnya.

>>> IHSG Anjlok 4,52 Persen Akibat Tekanan Global dan Domestik

Untuk perdagangan besok, rupiah diproyeksikan fluktuatif dan ditutup melemah di rentang Rp 18.180 hingga Rp 18.230.