Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegur PT PLN dan menuntut kompensasi atas dampak pemadaman listrik bergilir yang merugikan masyarakat di berbagai daerah Sumatera Utara pada Senin (8/6/2026).

Teguran itu disampaikan saat Bobby meninjau langsung ke Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut) di Medan.

>>> Pemerintah Salurkan Dana PIP 2026 dalam Tiga Termin

Keluhan dari masyarakat muncul karena pemadaman listrik terjadi tanpa kejelasan informasi jadwal dari pihak penyedia layanan.

"Masyarakat sudah mengeluh, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan listrik.

Masalahnya kita tidak tahu bagaimana pemadaman berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari," ujar Bobby.

Pemerintah daerah menyayangkan minimnya transparansi komunikasi dan koordinasi dari manajemen PLN dalam mensosialisasikan situasi darurat kepada publik.

"Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu.

Atau PLN bisa sampaikan ke kepala daerah, biar mereka juga tahu dan membantu sosialisasinya ke masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan," tegas Bobby.

>>> Kemendag Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Elektronik, Gantikan Permendag 31/2023

Tuntutan ganti rugi diharapkan direalisasikan lewat skema pemotongan biaya tagihan bulanan atau potongan harga saat pembelian token listrik prabayar.

"Seberapa nanti besaran kompensasi, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi.

Sebagaimana kita yang terlambat membayar sedikit saja, langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya," kata Bobby.

Menanggapi teguran tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga.

Kerusakan yang melanda 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi akibat cuaca ekstrem kini sedang diupayakan perbaikannya secara cepat.

Mengenai usulan kompensasi, ia menjelaskan bahwa keputusan akhir berada di bawah wewenang regulator pusat.

>>> Harga Minyak WTI Melonjak 4,5% Usai Israel Serang Pabrik Petrokimia Iran

Pihak manajemen menargetkan pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh dalam kurun waktu dua hingga tiga hari mendatang.