Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T.

Ia menegaskan BGN memandang para mitra sebagai rekan dalam menjalankan program MBG, bukan pihak yang berseberangan.

>>> The First Descendant: 10 Pemain Diblokir, 378 Kena Sanksi dalam Razia Anti-Cheat

"Berbulan-bulan mereka menanti kepastian tanpa kejelasan.

Para mitra datang membawa pesan, kita pantang mengabaikan," tulis Sudaryono dalam unggahan di akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Jumat (24/7).

Dalam unggahan itu, Sudaryono mengatakan tugasnya sebagai pimpinan BGN adalah mendengarkan seluruh masukan dari para mitra dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

"Tugas saya merangkul, mendengar saksama, lalu menyusun jalan keluar terbaik," tulisnya.

Ia juga menegaskan hubungan BGN dengan APGI 3T bukan hubungan antara atasan dan bawahan.

Menurut Sudaryono, setiap keluhan yang disampaikan para mitra menjadi masukan bagi BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program.

Sudaryono mengatakan BGN kini tengah merumuskan skema penyelesaian agar persoalan yang dihadapi para mitra dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.

"Skema penyelesaian sedang dirumuskan agar tidak ada pihak menanggung rugi. APGI 3T adalah mitra kami," katanya.

Unggahan tersebut memperlihatkan momen ketika Sudaryono menemui sejumlah perwakilan APGI 3T yang mendatangi Kantor BGN untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran kerja sama yang belum memiliki kepastian.

Dalam video itu, petugas keamanan sempat meminta massa keluar dari area kantor sebelum Sudaryono menemui mereka secara langsung.

Perwakilan APGI 3T mengatakan anggotanya berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).