Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemprov tidak mampu merenovasi 22 sekolah pada tahun ini. Penyebabnya adalah pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dan kebijakan efisiensi anggaran.

Dari 22 sekolah yang direncanakan, hanya 7 yang sudah teralokasi anggaran. Pramono menyampaikan hal itu usai meninjau SD Negeri Kebayoran Lama 09 pada Jumat (24/7).

>>> Kejutan: Justin Hubner Masuk Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Pemprov DKI kemudian memutuskan menambah 4 sekolah prioritas karena kondisinya sangat memprihatinkan.

Keempat sekolah tersebut adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 (Rp48,1 miliar), SMAN 102 Jakarta (Rp67,5 miliar), SDN Cempaka Putih Barat 03 (Rp48,4 miliar), serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 (total Rp74,1 miliar).

>>> Pengembang Gray Zone Warfare Tanggapi Kecurangan, Bantah Sensor Kritik

Total anggaran untuk 4 proyek tersebut mencapai sekitar Rp249 miliar. Pramono menjelaskan bahwa pembangunan empat sekolah itu menggunakan gabungan dana KLB dan APBD Perubahan.

Sementara itu, sisa sekolah yang belum tertangani tahun ini akan menjadi prioritas pembangunan pada 2027.

>>> Pengembang Gray Zone Warfare Tanggapi Kecurangan, Bantah Sensor Kritik

"Ada 7 ditambah 4, menjadi 11 ditangani di tahun ini, yang sisanya tentunya segera ditangani di tahun 2027," ujar Pramono.