Presiden Prabowo Subianto melantik pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6) sekitar pukul 16.00 WIB.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perombakan struktur ini digabung dengan agenda penerimaan surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat demi efisiensi waktu pemerintahan.

>>> Iran Pangkas Harga Minyak Mentah ke China Demi Tarik Kilang Independen

Dalam perombakan tersebut, Nanik S Deyang diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Agung.

Prabowo juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru, menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Selain itu, Presiden melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pengangkatan ini merupakan bentuk komitmen Presiden dalam merespons isu strategis di kalangan pekerja.

>>> SpaceX Alokasikan 30% Saham IPO untuk Investor Ritel, Nilainya US$ 22,5 Miliar

"Beliau akan diminta membantu Bapak Presiden berkenaan dengan masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh," ujar Prasetyo di kompleks parlemen, Senayan, Senin.

Rencana masuknya pimpinan organisasi buruh ke jajaran pemerintahan ini sebelumnya dikonfirmasi oleh rekan sejawat di pergerakan serikat pekerja.

Andi Gani menyatakan dukungan penuh terhadap penunjukan Said Iqbal.

Andi Gani menambahkan bahwa kolaborasi antara figur di dalam dan di luar birokrasi akan memberikan dampak positif bagi perjuangan buruh Indonesia.

>>> Pelemahan Rupiah Tekan Margin Industri Logistik Nasional

Selain pelantikan, Presiden juga menerima Letter of Credentials dari delapan duta besar negara sahabat. Prasetyo mengatakan penggabungan acara dilakukan untuk efisiensi waktu.