Pemerintah terus mendorong digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Mulai tahun 2026, sistem digitalisasi akan diterapkan secara penuh, sehingga data penerima bansos harus selalu diperbarui.

Bagi masyarakat yang ingin memastikan diri terdaftar, ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan. Proses update data ini penting untuk menghindari kendala saat pencairan bansos.

>>> OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz soal Dugaan Pelecehan saat Penagihan

Langkah-Langkah Update Data Bansos

Pertama, kunjungi kantor desa atau kelurahan setempat dengan membawa dokumen kependudukan seperti KTP dan KK. Petugas akan membantu memperbarui data kependudukan yang terintegrasi dengan sistem DTKS.

Kedua, pastikan data ekonomi seperti pekerjaan dan penghasilan telah diisi dengan benar. Data ini memengaruhi kelayakan penerima bansos.

Ketiga, jika ada perubahan anggota keluarga, segera laporkan. Perubahan seperti kelahiran, kematian, atau pindah domisili harus tercatat agar bansos tidak salah sasaran.

>>> Jaksa Agung Lantik Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung

Selain datang langsung, beberapa daerah menyediakan layanan online melalui aplikasi atau website resmi. Masyarakat bisa mengecek status data secara mandiri.

Pastikan juga nomor rekening atau e-wallet yang terdaftar aktif. Bansos akan disalurkan secara non-tunai, sehingga data rekening harus valid.

>>> Pep Guardiola Dikabarkan Tolak Tawaran Timnas Italia

Dengan memperbarui data secara rutin, masyarakat dapat memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Sistem digitalisasi 2026 diharapkan meminimalkan kesalahan data dan mempercepat penyaluran.