Iran menurunkan harga minyak mentah untuk pembeli di China sebagai strategi memikat kembali kilang independen yang mulai mengurangi operasional akibat margin keuntungan menipis.

Minyak mentah Iran Light untuk pengiriman Juli ditawarkan dengan diskon lebih dari US$1 per barel dibandingkan patokan ICE Brent.

>>> SpaceX Alokasikan 30% Saham IPO untuk Investor Ritel, Nilainya US$ 22,5 Miliar

Bulan lalu, harga masih mencatatkan premi.

Kilang independen China, yang dikenal sebagai "teapots", merupakan konsumen terbesar minyak Iran. Namun, mereka menghadapi tekanan ekonomi berat dengan kerugian membengkak akibat margin tipis.

Pemerintah Beijing sebelumnya menginstruksikan kilang untuk tetap memproduksi bahan bakar demi meredam efek konflik Timur Tengah. Mandat itu kini dilonggarkan karena kerugian operasional meningkat.

Pasokan minyak Iran ke China merosot ke 1,1 juta barel per hari pada Mei, level terendah sejak Januari 2025, menurut data Kpler Ltd.

Sekitar 56 juta barel minyak mentah Iran tertahan di kapal-kapal di seluruh dunia. Lebih dari 60% kapal berlabuh di Selat Singapura dan lepas pantai China.

>>> Pelemahan Rupiah Tekan Margin Industri Logistik Nasional

Kilang independen China menyerap sekitar 90% penjualan minyak Iran. Amerika Serikat terus memperketat sanksi perdagangan untuk menekan Teheran agar menyepakati perjanjian damai baru.

Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, salah satu kilang independen raksasa, menjadi target sanksi terbaru Washington.

Harga Minyak ESPO Rusia Juga Turun

Harga minyak mentah ESPO Rusia juga diturunkan ke premi US$3 terhadap ICE Brent akibat sepinya minat beli dari kilang kecil China.

Bulan lalu, premi mencapai US$6.

>>> Jet Tempur NATO Tembak Jatuh Drone Misterius di Latvia

Para pedagang enggan disebutkan identitasnya karena informasi transaksi bersifat rahasia.