SpaceX Alokasikan 30% Saham IPO untuk Investor Ritel, Nilainya US$ 22,5 Miliar
Negara-negara lain yang berpotensi mendapatkan akses meliputi Argentina, Australia, Brasil, Kolombia, India, Israel, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Inggris.
>>> Jet Tempur NATO Tembak Jatuh Drone Misterius di Latvia
Alternatif Investasi di Pasar Sekunder
Investor yang tidak memperoleh alokasi saham saat IPO masih bisa membelinya setelah SpaceX resmi diperdagangkan di bursa. Namun, harga saham berpotensi mengalami volatilitas tinggi pada hari pertama perdagangan.
Fenomena "IPO pop" sering terjadi, di mana harga saham melonjak jauh di atas harga penawaran pada hari pertama.
Kenaikan ini biasanya didorong oleh investor yang gagal mendapatkan alokasi awal lalu memburu saham di pasar sekunder.
Selain membeli saham langsung, investor dapat memperoleh eksposur terhadap SpaceX melalui reksa dana indeks atau ETF yang mengikuti indeks Nasdaq 100.
SpaceX dikabarkan mendapatkan jalur percepatan untuk masuk ke dalam indeks tersebut.
Analisis Risiko Investasi Saham SpaceX
Di samping besarnya minat pasar, investasi ini membawa sejumlah risiko.
Dengan valuasi sekitar 110 kali pendapatan dalam 12 bulan terakhir, harga saham SpaceX mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko apabila kinerja perusahaan di masa depan tidak mampu memenuhi harapan pasar.
Sejumlah analis menilai ruang untuk kekecewaan menjadi sangat sempit karena valuasi yang ada sudah mencerminkan optimisme yang masif.
SpaceX beroperasi di industri yang membutuhkan investasi modal sangat besar. Aktivitas peluncuran roket, pengembangan jaringan satelit, hingga perubahan regulasi sewaktu-waktu dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.
Melalui prospektus IPO, SpaceX menyatakan bahwa perusahaan belum memperkirakan akan mencetak laba dalam waktu dekat.
Karena belum menghasilkan keuntungan secara konsisten, saham SpaceX kemungkinan belum memenuhi kriteria untuk masuk ke indeks S&P 500.
Tekanan terhadap valuasi SpaceX juga berpotensi muncul saat perusahaan AI besar seperti Anthropic dan emiten teknologi lainnya mulai melantai di bursa.
>>> Israel dan Iran Saling Serang Rudal, Harga Minyak Brent Melonjak
Saham milik investor awal dan karyawan akan masuk ke pasar secara bertahap setelah masa lock-up berakhir, yang berisiko menambah pasokan saham dan menekan harga.
Update Terbaru
Zulhas: Pengelolaan Kopdes Diserahkan ke Desa Setelah Dua Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:50 WIB
Said Abdullah: RedTalks Wadah Dengar Aspirasi Anak Muda
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
China Open 2026: Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Hewan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Baru Dilantik, Bos BGN Sidak Perdana ke Dapur MBG Jam 2 Pagi
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Siapa Sukma Ningrum? Seleb TikTok yang Viral di Threads Diduga Membandingkan Bandung dengan Pasuruan
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
10 Ciri-ciri Orang yang Sulit Menerima Kritik, Jangan Sampai Begini
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Federasi Korea Hukum Shin Tae Yong 10 Tahun
Jumat / 24-07-2026, 13:49 WIB
Honda Resmikan Dua Dealer Baru di Sulawesi Selatan
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB
Pemerintah Lanjutkan WFH PNS Setiap Jumat, Pelayanan Tetap Baik
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB
Jet Tempur Blue Angels Terbang Terlalu Rendah di Pantai Pensacola
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB
BNI Klarifikasi Kedatangan Siswa Naik Ambulans Bukan Arahan Petugas
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB
Amanda Manopo Rugi Rp3 Miliar Akibat Dugaan Penggelapan oleh Mantan Staf
Jumat / 24-07-2026, 13:43 WIB
Program Magang Nasional: Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Jumat / 24-07-2026, 13:42 WIB







